Jumat, 22 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
All Sports

Petro Pecat Li Huanning

| editor : 

GANTI PELATIH: Gresik Petrokimia tidak memperpanjang kontrak pelatih Li Huanning.

GANTI PELATIH: Gresik Petrokimia tidak memperpanjang kontrak pelatih Li Huanning. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

JawaPos.com- Kegagalan Gresik Petrokimia meraih target melaju ke grand final Proliga 2017 berbuah konsekuensi keras. Manajemen tim langsung membuat keputusan tegas kurang dari sepekan setelah final four berakhir. Mereka memutuskan untuk memecat pelatih kepala Li Huanning.

Pemecatan tersebut dinilai cukup mengejutkan. Sebab, Li tak sampai menghabiskan kontrak yang seharusnya berakhir Juni mendatang. Sisa kontrak kurang dari dua bulan pun tak dilanjutkan.

Manajer Gresik Petrokimia Sasono Handito membenarkan pemecatan itu. Menurut dia, keputusan itu sudah melalui hasil evaluasi tim setelah gagal lolos ke grand final Proliga 2017. ”Target kami gagal dicapai. Ya mau tidak mau, keputusan ini (pemecatan, Red) harus dilakukan,” bebernya.

Li resmi ditunjuk sebagai pelatih Gresik Petrokimia pada 9 Desember 2015. Dua tahun dalam penanganannya, bukan peningkatan prestasi yang diraih Petro. Pada edisi 2016 dia berhasil membawa Petro finis di peringkat ketiga final four, sedangkan pada 2017 justru turun satu setrip ke posisi keempat.

Sasono mewakili manajemen Petro untuk mengucapkan terima kasih atas dedikasi Li selama melatih timnya. Beberapa bibit muda yang ditemukan Li sangat berguna bagi masa depan Petro. ”Dia sudah memberi banyak ilmu. Jadi, saya mengapresiasi hal itu,” terangnya.

Nah, menjelang Livoli 2017 yang diadakan akhir tahun, Sasono menyatakan bahwa pihaknya sudah mencari sosok pengganti Li. Rencananya, dia tidak memakai jasa pelatih asing lagi untuk timnya. ”Komunikasinya tidak jalan. Jadi, lokal saja nanti yang jadi pelatih,” jelas pria yang juga pernah memanajeri tim sepak bola Petrokimia Putra Gresik itu.

Seperti diketahui, selama Li menjadi pelatih Petro, banyak masalah yang ditimbulkan karena komunikasi. Li yang tidak bisa berbahasa Inggris atau Indonesia harus menggunakan jasa penerjemah selama melatih.

Di samping itu, Li kerap bertindak arogan terhadap pemain dan staf sendiri. Menjelang final four 2017 saja, beredar kabar bahwa dia sempat bertengkar dengan kapten tim Bunga Mitha Sari dalam latihan. Hasilnya, hubungan pemain dengan pelatih tidak maksimal.

Di satu sisi, Li juga tidak pernah ”peka” dalam menyikapi suatu pertandingan. Salah satu sumber menyebutkan, Li lebih menikmati pertandingan daripada harus mengubah formasi. Dia juga kerap mempertahankan pemain asing di lapangan walau performanya sedang buruk.

Itu juga yang membuatnya sempat berdebat keras dengan asisten pelatih M. Hanafi saat final four. Keduanya beradu mulut saat Petro berusaha menang atas Jakarta Elektrik PLN. ”Request-nya seenak sendiri, tapi kalau melatih nol. Tidak sesuai dengan keinginan para pemain,” ucap salah satu sumber di tim Petro kepada Jawa Pos.

Untuk sementara, asisten pelatih M. Hanafi akan memimpin Bunga dkk sebelum Petro resmi mengontrak pelatih baru. Hanafi diminta tetap meningkatkan performa timnya agar bisa menjadi juara pada Livoli 2017. ”Jadi, nanti, saat ada pelatih baru, tim ini sudah jalan,” sambung Sasono.

Sasono menegaskan, Petro wajib menjadi juara di Livoli 2017. Target tersebut sangat ditekankan kepada pelatih yang nanti memimpin Petro. ”Karena jika ingin berprestasi di Proliga, di Livoli harus juara. Kami semua sudah rindu juara,” tegasnya. (rid/c11/ady)

Sponsored Content

loading...
 TOP