Jumat, 22 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Luar Biasa, Sumbangan Pelantikan Trump Pecahkan Rekor

| editor : 

BERJANJI: Donald Trump mengambil sumpah menjadi presiden didampingi Melania dan anak lelakinya Barron pada 20 Januari lalu.

BERJANJI: Donald Trump mengambil sumpah menjadi presiden didampingi Melania dan anak lelakinya Barron pada 20 Januari lalu. (REUTERS/Kevin Lamarque)

JawaPos.com  – Pelantikan Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) telah 90 hari berlalu. Artinya, Federal Election Commission (Komisi Pemilihan Federal) alias FEC sudah boleh merilis fakta di balik hari istimewa taipan 70 tahun tersebut.

Termasuk memublikasikan nama-nama donatur yang ikut menyokong upacara pelantikan dan pesta perayaan sesudahnya.

Di antara daftar donatur yang terdiri atas individu dan kelompok atau perusahaan itu, tertulis nama Citgo Petroleum. Perusahaan minyak yang berkantor pusat di Kota Houston, Harris County, Negara Bagian Texas, tersebut merupakan cabang Petroleos de Venezuela S.A. (PDVSA).

Yakni, perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela. Januari lalu Citgo menyumbang USD 500 ribu (sekitar Rp 6,6 miliar) untuk Trump. 

”Sumbangan itu diberikan pada Desember lalu,” terang sumber New York Times pada Rabu waktu setempat (19/4). Jika itu benar, berarti Citgo mengalirkan dana besar tersebut saat PDVSA berjuang keras menstabilkan kondisi finansialnya.

Sebab, saat itu Presiden Venezuela Nicolas Maduro fokus pada pengadaan pangan dan sandang bagi rakyat. Maka, pemerintah menghentikan subsidi untuk perusahaan-perusahaan milik negara.

Mendengar laporan bahwa Citgo ikut membiayai pesta pelantikan Trump pada 20 Januari, Caracas jelas geram. Tetapi, Venezuela tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, jika dibandingkan dengan nilai sumbangan donatur-donatur yang lain, kontribusi Citgo tidaklah besar.

Penyandang dana terbesar pelantikan Trump adalah Sheldon Adelson. Taipan kasino itu menyumbang USD 5 juta (sekitar Rp 66 miliar).

FEC menyatakan bahwa total dana yang dikumpulkan panitia pelantikan Trump pada awal tahun mencapai USD 106,7 juta atau sekitar Rp 1,42 triliun. ”Jumlah tersebut dua kali lipat dari yang terkumpul saat pelantikan Presiden Barack Obama pada 2009,” terang jubir FEC saat membacakan laporannya.

Meski pesta pelantikan Trump tidak bertabur bintang seperti Obama, biaya yang panitia kumpulkan jauh lebih besar.

”Saat kampanye, dia mengkritisi hal seperti ini. Donasi besar, menurut dia, bisa memengaruhi pandangan politik seseorang. Dia bahkan mengaku punya pengalaman pribadi tentang hal tersebut. Tapi, kini dia malah mempraktikannya,” kritik Fred Wertheimer dari lembaga pengawas politik Democracy 21.

Yang lebih memalukan, Trump juga mau menerima donasi dari perusahaan yang selalu dia kritik. Yakni, Boeing. 

Boeing yang Trump kritik karena nilai kontrak Air Force One dianggap tidak masuk akal menyumbangkan USD 1 juta atau sekitar Rp 13,3 miliar. Sesuai kebijakan panitia, donatur yang nilai sumbangannya minimal USD 1 juta boleh bergabung dengan keluarga Trump dalam jamuan makan pada pesta pelantikan Januari lalu. Maka, para petinggi Boeing pun berhak menikmati fasilitas tersebut.

Sementara itu, mereka yang menyumbang USD 500 ribu seperti Citgo berhak menikmati jamuan makan malam bersama Wakil Presiden Mike Pence dan istrinya, Karen. Selain Citgo, beberapa perusahaan minyak lainnya seperti Exxon memberikan donasi dengan nilai yang sama. Demikian juga Microsoft dan Intel. (BBC/CNBC/foxnews/newyorktimes/hep/c20/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP