Jumat, 22 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Siswa SD Al Falah Juarai Kontes Robot

| editor : 

DUA POSISI: Tim Robotik SD Al Falah Surabaya berhasil menyabet juara I dan II ASEAN MATE Underwater Robot Competition 2017 di Lapangan KONI pada 15–16 April.

DUA POSISI: Tim Robotik SD Al Falah Surabaya berhasil menyabet juara I dan II ASEAN MATE Underwater Robot Competition 2017 di Lapangan KONI pada 15–16 April. (Antin Irsanti/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Prestasi siswa Surabaya semakin moncer di kompetisi internasional. Salah satunya SD Al Falah Surabaya. Mereka baru saja memenangi ASEAN Marine Advance Technology Education (MATE) Underwater Robot Competition 2017 untuk kategori scout (pemula).

Dalam kompetisi yang diselenggarakan di kolam renang KONI Jatim itu, SD Al Falah mengirimkan dua tim. Yakni, SDELFA dan KRI Dewaruci. Keduanya berhasil menyabet juara I dan II dalam kategori tersebut.

SDELFA terdiri atas lima siswa. Yakni, Adrian Maulana Syafar Putra Triar, Hernawan Santosa, M. Akbar Dzakwansyah Yusuf, Zidan Yusra Pranata, dan Salwa Malwiya. Mereka masih kelas IV SD, kecuali Salwa yang saat ini kelas V. Meski demikian, kemampuan tim tersebut dalam mengendalikan robot mengantarkan mereka menjadi juara dalam kompetisi itu.

Di kedalaman air tersebut, tim harus menyelesaikan tantangan yang telah disediakan. Di antaranya, memasukkan kubus ke dalam check point, mengambil item kecil seperti gelang dan bola untuk digiring ke check point, menutup panel dengan kotak, dan menghidupkan alarm kubus dengan sensor magnetik. ”Sebelum itu, ada presentasi pakai bahasa Inggris,” ujar Adrian Maulana Syafar Putra Triar.

Untuk presentasi, Adrian dan kawan-kawan berbagi tugas. Ada yang menjelaskan bentuk, bahan rangka, mesin, hingga kekuatan dan keunggulan robot. Setelah itu, mereka melakukan sesi tanya jawab dengan para juri.

Namun, kompetisi sesungguhnya berada di dalam air. Underwater robot terhubung dengan remote control melalui kabel. Di atas remote control, ada layar yang memperlihatkan jalannya robot. Nah, siswa menjalankan robot melalui layar tersebut.

Adrian menyatakan, mereka mendapat waktu lima menit untuk persiapan. Waktu maksimal untuk menyelesaikan misinya 15 menit. Menurut Adrian, tantangan tersebut cukup mudah dilalui. ”Karena sudah sering berlatih,” ungkapnya.

Dalam perlombaan tersebut, mereka harus menghadapi tim dari berbagai negara. Ada yang dari Thailand, Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Indonesia. Namun, karena sudah sering mengikuti perlombaan serupa, tim SD Al Falah tidak gentar.

Sementara itu, tim KRI Dewaruci berada di posisi juara II dalam perlombaan tersebut. Mereka sempat terkendala pada tantangan membawa benda kecil ke check point. Namun, akhirnya tetap bisa membawa pulang piala dan sertifikat laga tingkat Asia Tenggara itu. (ant/c6/nda/sep/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP