Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
Music & Movie

Mengenal Senbatsu Sousenkyo, Pemilu ala JKT48

Bikin Member Susah Tidur Kalau Peringkat Turun

| editor : 

Della, Aya, dan Melody menunjukkan leaflet Pemilihan Member Single Ke-17 JKT48

Della, Aya, dan Melody menunjukkan leaflet Pemilihan Member Single Ke-17 JKT48 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

JawaPos.com - Lupakan sejenak Pilgub DKI Jakarta yang menguras energi dan suka bikin emosi. Ada ’’pemilu’’ yang tidak kalah menarik juga sedang terjadi di Jakarta. Yakni, senbatsu sousenkyo (SSK) atau pemilihan member single ke-17 JKT48. Seperti apa sih?

Dalam satu tahun, JKT48 biasanya mengeluarkan empat single lagu yang dirilis tiga atau empat bulan sekali. Lazimnya, sebanyak 16 member JKT48 yang menyanyikan tiga single itu akan dipilih oleh manajemen. Namun, ada satu single yang siapa saja penyumbang suaranya ditentukan oleh penggemar.

Proses demokratis itu dinamakan pemilihan member yang dalam bahasa Jepangnya disebut senbatsu sousenkyo. Sistem pemilihan itu sudah digunakan oleh kakak JKT48, yaitu AKB48 sejak 2009. Oleh JKT48, pemilihan member sudah dilakukan sejak 2014 yang dimenangi oleh Melody Nurramdhani Laksani.

Pada ’’pemilu’’ 2017, ada 64 member yang memiliki hak untuk dipilih. Mereka memperebutkan urutan 1 sampai 32. Yang paling prestis adalah urutan pertama sampai 16. Mereka disebut tim senbatsu, atau tim terpilih. Mereka akan menjadi wajah JKT48 untuk tampil di publik. Kesempatan lebih tenar makin terbuka lebar karena biasanya akan membintangi iklan.

Sedangkan urutan 17 sampai 32, disebut Undergirls. Kesempatan untuk tampil di publik memang tidak sebesar tim Senbatsu. Tetapi, lebih baik daripada member lain yang gagal meraih peringkat 1 sampai 32. Nah, disinilah peran penggemar diuji untuk bisa membawa idolanya meraih posisi puncak.

Della (kiri) dan Aya memandu Pimred Jawa Pos Thomas Kukuh untuk mengikuti voting Senbatsu Sousenkyo

Della (kiri) dan Aya memandu Pimred Jawa Pos Thomas Kukuh untuk mengikuti voting Senbatsu Sousenkyo (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Layaknya sebuah pemilu, penggemar harus memberikan suara melalui kertas berkode. Kertas suara itu bisa didapatkan melalui pembelian CD atau music download card single So Long!, CD JKT48 Festival yang bekerjasama dengan restoran cepat saji, menjadi official fan club, menonton pertunjukan mereka di teater, dan SMS premium.

’’Konsep kami tumbuh dan berkembang bersama fans. Jadi, ini bagian dari itu,’’ ujar Melody saat mengunjungi redaksi Jawa Pos, Kamis (6/4) bersama Della Delila, dan Nurhayati.

Sama seperti pemilu yang merupakan bagian dari proses politik. Penggemar JKT48 juga bisa berkoalisi, sampai saling sikut supaya perolehan suara idolanya meningkat. Member tahu itu, tetapi mereka mencoba untuk tetap positive thinking saja. ’’Kasarnya ini seperti pemilu di Indonesia, ada yang seperti itu. Ada pro kontra yang sengaja dibuat,’’ imbuhnya.

Bagaimana kalau di antara member sendiri? Perempuan asal Bandung itu menyebut semuanya saling support. Paling saling sindir dan memberi ucapan selamat ketika ada yang meraih urutan tinggi saat pengumuman hasil pemungutan suara. ’’Kami bersaing sehat. Cuma nggak tahu ya di dalam hati, bisa saja awas lo ya, ntar gue jatuhin hehehe,’’ katanya bercanda.

Lewat SSK, dia menyebut hubungan fans dan member JKT48 menjadi makin dekat. Itu terlihat bagaimana para pendukung berlomba-lomba membuat sesuatu yang bisa mendongkrak perolehan suara oshimen (member yang paling didukung). Itulah kenapa, dia menyebut SSK sebagai hal yang berat karena bertanggungjawab membalas kepercayaan fans.

’’Kami itu sampai susah tidur karena kalau (peringkat) turun, member itu merasa malu. Seperti ke fans, kok kami seperti nggak mempertahankan. Tanggung jawab besar banget karena semua dari fans. Bikin susah tidur, kepikiran banget,’’ tambah GM Teater JKT48 itu.

Perubahan peringkat itu terlihat dari pengumuman perolehan suara yang sudah disampaikan sebanyak dua kali. Pertama, saat JKT48 menggelar konser B.E.L.I.E.V.E di Surabaya pada 18 Maret lalu. Saat itu, Ayana Shahab dari Tim KIII berada di posisi pertama. Kedua, pengumuman disampaikan usai konser di Jogjakarta pada 1 April. Posisi Ayana digeser oleh Shani Indira Natio yang sama-sama dari Tim KIII.

Sistem suara yang didapat dari pembelian CD atau bentuk lainnya, memakan uang yang tidak sedikit. Itulah kenapa, member JKT48 tidak boleh kehilangan semangat. Della Delila misalnya, di pengumuman sementara tahap kedua yang disampaikan pada 1 April lalu dia berada di posisi buncit atau 32.

Perempuan yang berulang tahun tiap 15 November itu mengaku tidak menyerah. Dia tidak ingin mengecewakan penggemarnya. Della berusaha agar perolehan suaranya membaik dan bisa masuk Senbatsu atau tidak terlempar dari Undergirls. ’’Semangat terus, promosi terus, nge-tweet terus. Kalau aku males, fans juga males,’’ urai member Tim J itu.

Nurhayati yang akrab disapa Aya juga tidak mau kalah. Harapan besar ketika pengumuman tahap pertama disampaikan, dia sempat masuk tim Senbatsu. Namun, di pengumuman sementara tahap kedua, dia justru berada di posisi 22 atau Undergirls. Sebagai anak baru di SSK, itu capaian yang tinggi.

’’Sekarang ada di Undergirls nggak apa. Mungkin usahaku belum keras, hasil itu jadi acuan untuk lebih semangat,’’ tambahnya.

Sebelum mengkahiri sesi kunjungan di redaksi Jawa Pos, Melody manambahkan, taglinepemilihan Siapa Yang Akan Membuat Zaman Baru? Menjadi momen penting bagi grup idola yang muncul pada akhir 2011 itu. Sebab, JKT48 kini mulai menapaki tahun keenamnya. Masa yang menentukan apakah JKT48 bisa terus maju atau tidak. ’’Ayo kita bikin zaman baru untuk JKT48 yang lebih maju dari sebelumnya,’’ katanya.

Dalam kunjungan itu, ketiga member juga membagikan kertas suara dan langsung mendampingi proses pemilihan melalui website JKT48. Sama seperti para politisi, mereka juga mengembangkan senyum saat mendekati calon pemilihnya. Tetapi, tentu saja, senyum itu tanpa janji-janji politik. (dim/co1/ilo)

Sponsored Content

loading...
 TOP