Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Kisah Inspiratif Mantan Pecandu Narkoba yang Jadi Miliuner

| editor : 

SUKSES:  Khalil Rafati berusaha keras untuk berubah. Khalil (insert) saat ditangkap polisi.

SUKSES: Khalil Rafati berusaha keras untuk berubah. Khalil (insert) saat ditangkap polisi. (Khalil Rafati via BBC)

JawaPos.com – Khalil Rafati hampir mati setelah dia overdosis untuk kali kesembilan. Pecandu narkoba itu tidur di jalan-jalan di Los Angeles, AS, dan hidup dalam kegelapan di bawah pengaruh narkoba.

Saat itu 2003 dan Khalil berusia 33 tahun. Tergantung pada kokain dan obat bius, berat badannya hanya 49 kilogram. Kurus kering dengan kulit dipenuhi luka. ”Saya pernah ditahan dan saya sangat kacau. Saya selalu merasa kesakitan sampai tidak bisa tidur,” kenangnya.

Overdosis kesembilan itu lah yang mengubahnya. ”Saya harus berubah untuk menyelamatkan hidup saya,” terangnya. Selama empat bulan, Khalil tinggal di pusat rehabilitasi dan sampai sekarang dia bebas barang terlarang itu.

Tidak hanya itu, Khalil sukses mengembangkan bisnis makanan kesehatan Sunlife Organics. Dengan pendapatan tahunan lebih dari USD 6 juta, Sunlife Organics yang menjual aneka jus buah, kafe, dan toko makanan sehat itu menjadikan Khalil miliuner. Dia punya banyak cabang yang berpusat di California dan berencana akan mengembangkan 16 cabang lain di AS dan masuk Jepang.

Usianya sekarang 46 tahun dan pergi kemana-mana naik jet pribadi. Hidupnya berubah bak film-film Hollywood. Terlahir di Ohio, ayah Khalil adalah Muslim dengan ibu Yahudi Polandia. Khalil tumbuh sebagai anak pembangkang. Keluar sekolah dan pernah ditangkap karena mencuri dan vandalisme.

Pada 1992, di usia 21, dia pindah ke Los Angeles dan berharap menjadi bintang film. Mimpi itu tidak pernah terwujud. Khalil mulai main band dan mendapatkan uang dengan mencuci mobil superstar Hollywood macam Elizabeth Taylor, Jeff Bridges, dan gitaris utama Guns N' Roses Slash.

Dia pun mengenal narkoba dan tak butuh lama, dia menjadi pecandu. Hidupnya kacau. Dia tinggal menggelandang tanpa rumah. Yang dipikirkan setiap hari hanya narkoba. Namun, niat berubah setelah overdosis kesembilan itu benar-benar dilaksanakan.

Dia menjalani pekerjaan apa pun. Mencuci mobil, membawa anjing berjalan-jalan, membersihkan taman, semuanya. ”Saya akhirnya bisa menabung. Saya bekerja keras. Tujuh hari sepekan, 16 jam perhari.”

Dia pun mulai tertarik bahkan terobsesi membuat jus sayuran dan buah sendiri setelah bertemu temannya dari Ohio. ”Teman saya itu sedikit hippie. Dia mengajarkan saya vitamin, makanan organik, dan superfood,” terangnya. ”Saat itu, saya mencari cara apa pun demi membuat saya sehat,” sambungnya.

Pada 2007, kebiasaannya membuat makanan sehat pun mulai dijual. Dia membuka Riviera Recovery, pusat rehabilitasi dan mencharge USD 10 ribu untuk tiap klien. Untuk mereka, Khalil akan membuat jus sehat. Salah satunya Wolverine yang dibikin dari pisang, bubuk maca, royal jelly, dan pollen.

Tidak diduga, jus buahnya malah melesat pesat dibanding pusat rehabilitasinya. Orang mulai datang untuk membeli jus Khalil.

Pada 2011, Khalil melaunching Sunlife Organics bersama temannya. Pembukaan pertama di Malibu dan langsung sukses besar. Tahun pertama, dia mendapatkan USD 1 juta. Saat ini, Khalil punya 200 karyawan yang tersebar di enam outletnya. ”Saya tidak menganggap saya super pintar. Tetapi saya ingin hidup dan saya menyerahkan semua usaha untuk melakukan yang terbaik,” kata Khalil yang juga merilis buku berjudul I Forgot To Die pada 2015 itu.(BBC/tia)

Sponsored Content

loading...
 TOP