Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Tempat Hiburan Dirazia Satpol PP, Satpam Ancam Wartawan

| editor : 

Wartawan dari media elektronik dan media online membuat laporan atas dugaan kasus pengancaman ke Polresta Padang, Jumat (24/3).

Wartawan dari media elektronik dan media online membuat laporan atas dugaan kasus pengancaman ke Polresta Padang, Jumat (24/3). (Herru/Padang Ekspres/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dua orang jurnalis yang meliput kegiatan razia tempat hiburan malam oleh Satpol PP Kota Padang diancam security. Tak ayal perbuatan dari beberapa orang petugas keamanan dari Juliet Pub dan Karaoke di kawasan Pondok, Padang Selatan, Kota Padang dilaporkan ke Polresta Padang.

Dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Peristiwa itu terjadi Jumat (24/3) sekitar pukul 03.00. Security dan manajemen tempat hiburan tersebut mencoba menghalang-halangi pekerjaan wartawan.

Adapun jurnalis yang menjadi korban pengancaman itu yakni, Randi Pangeran dari Trans 7 dan Heru Pratama dari redaksisumbar.com.

Kehadiran dua jurnalis ini karena ingin meliput kegiatan razia yang dilakukan oleh Satpol PP Padang terhadap tempat hiburan malam yang tak berizin.  Namun saat masuk ke dalam lokasi, kedua wartawan ini dihadang oleh security. Keduanya sempat menunjukkan kartu pers. Namun security itu tetap tidak mengizinkan masuk.

Lalu, manajer Juliet membolehkan kedua jurnalis tersebut masuk, dengan catatan tidak membawa kamera. Keduanya menolak karena tetap ingin meliput dan mengambil gambar. Lalu, seorang security yang diketahui bernama Andre mengambil tongkat bisbol. Namun tidak sempat digunakannya karena berhasil dipegang temannya.

Tak lama, datang seorang yang tidak dikenal (berkepala plontos) dan menghardik Randi sambil mengaku preman. ”Wartawan Ang? (Kamu wartawan) Aden preman (Saya preman,” ujarnya sambil berupaya memukul kamera Randi.

Pria tersebut kemudian menarik ID card Randi yang tergantung di dadanya, sambil melihat nama dan nama media. Setelah itu, manajer Juliet mengizinkan kedua jurnalis masuk dengan syarat tetap tidak boleh membawa kamera.

Randi Pangeran mengatakan, waktu itu seperti biasa ia dan rekan lainnya meliput razia yang dilakukan oleh Satpol PP Padang, Polri dan TNI. Razia itu dimulai Kamis malam (23/3) sekitar pukul 22.00 dipimpin Kepala Kantor Pol PP Padang, Dian Fakri.

”Dari razia tersebut puluhan wanita malam yang tidak punya identitas ditemukan di tempat karaoke. Razia pertama selesai sekitar jam 01.00 dini hari,” kata Randi Pangeran. Sekitar pukul 02.30 Jumat (24/3), razia kembali dilakukan dan kemudian terjadilah kejadian yang menimpa dirinya dan Heru.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Daeng mengatakan, sudah dua laporan yang diterima. Pertama dari sejumlah wartawan dan yang kedua dari Ikaran Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar.

”Laporan itu masih kami dalami. Dalam waktu dekat saksi-saksi akan kami panggil yang jelas laporan itu sudah kami terima dan akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Kota Padang Dian Fikri membenarkan peristiwa tersebut. ”Anggota kami juga menjadi korban. Mereka diacungkan senjata tajam di sana. Kami bertekad akan terus memberantas pekat (penyakit masyarakat) di Padang, supaya kota ini bebas dari maksiat,” tuturnya

Sementara itu pihak Juliet ketika dihubungi via telpon genggam tidak ada tanggapan. Bahkan ketika di-SMS, juga tidak ada jawaban. (e/iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP