Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Ketika Gereja Santa Clara Ditolak Warga, Polisi Siap Lakukan Mediasi

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Ratusan massa yang mengatasnamakan Umat Islam Bekasi melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat (24/3) siang. Mereka menolak adanya pembangunan Gereja Santa Clara yang ada di Bekasi, Jawa Barat.
Dari aksi unjuk rasa itu dikabarkan sempat terjadi kontak fisik antara massa dan aparat. Informasi ini juga telah diketahui Polda Metro Jaya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, massa yang menolak gereja itu berjumlah 350 orang. “Mereka tidak ingin ada gereja di situ. Alasannya ya tidak menginginkan saja. Menolak,” terang dia Jumat (24/3).

Dia menuturkan, gereja yang hendak dibangun itu sebenarnya semua persyaratan dan izinnya lengkap dan tinggal dibangun saja. Namun entah mengapa masyarakat melakukan aksi penolakan.

Kepolisian juga kata Argo sempat mempertemukan pihak gereja dan massa untuk berbicara baik-baik, namun berujung kekerasan. “Tapi tadi ada sempet lah lemparan batu dan bentrok. Makanya anggota polisi diturunkan dan sekarang sudah kondusif,” sambung dia.

Untuk sementara kata dia, pembangunan dari gereja itu dihentikan karena adanya aksi penolakan itu. Ke depannya polisi kata Argo akan melakukan mediasi lagi antara dua pihak.

"Kita lihat bagaimana ke depannya, nanti kita fasilitasi lagi buat mediasi. Yang pasti sekarang unjuk rasa bubar sudah. Nanti kita tunggu saja (mediasi) karena itu kewenangan pemerintah daerah,” tukasnya. (elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP