Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
Metropolitan

Keluarga Tolak Jenazah GM JKT48 untuk Diotopsi

| editor : 

Jiro Inao semasa hidup

Jiro Inao semasa hidup (WAHYUDIN/JAWA POS)

JawaPos.com – Teka-teki penyebab meninggalnya GM JKT48 Jiro Inao makin sempit. Sebab, keluarga membatalkan rencana untuk melakukan otopsi terhadap jenazah pria Jepang berusia 48 tahun itu. Jadinya, bunuh diri untuk sementara ini menjadi satu-satunya penyebab Jiro menghembuskan nafas terakhir.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Permasyarakatan Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul, Rabu (22/3) mengatakan, usai ditemukan sebenarnya ada upaya untuk menyelamatkan Jiro. Keluarga sempat membawa ke RS Primer Bintaro. Namun, sampai di RS ternyata tidak dilakukan otopsi.

Menurutnya, jenazah Jiro hanya dirapikan dan dibawa pulang oleh pihak keluarga. Katanya, itu permintaan langsung pihak keluarga. Petugas medis menghormati pilihan keluarga, dan menurutinya. ’’Tidak jadi diotopsi karena ada permintaan keluarga, dan keterangan dokter yang menyatakan ada indikasi bunuh diri dengan gantung diri,’’ katanya.

Martinus menambahkan, pemerintah dalam hal aparat desa, kelurahan sampai kepada RT dan RW harus bertanggungjawab dan memberdayakan masyarakat. Supaya, keinginan untuk bunuh diri bisa ditekan dan dihilangkan. ’’Yang bisa dilakukan melalui aparat desa, kelurahan, RT dan RW untuk membimbing masyarakat’’ katanya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan AKP Mansuri menjelaskan, pada Selasa (21/3) ketika hari kematian Jiro, korban sempat melakukan sejumlah aktivitas seperti biasa di kediamannya di Pondok Aren, Tangerang Selatan. ’’Menurut keterangan Suryati (pembantu), korban dari pagi jam 09.00 WIB sudah terlihat,’’ kata Mansuri, Rabu (22/3).

Korban lantas masuk ke kamarnya sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Jiro masih sendirian. Pada pukul 15.00 WIB saksi lantas menjemput anak korban yakni Z, 11. Saat di rumah, anak korban lantas bermain sepeda di dalam rumah. Pukul 17.00 WIB, anak korban mencoba ingin menemui korban.

Di saat bersamaan, istri korban yakni Reny Damayanti pulang ke rumah dan ingin bertemu dengan suaminya. Mereka mencari Jiro di kamarnya. ’’Diketuk berkali-kali, korban tak merespon. Suryati lantas disuruh untuk mengecek dan melihat korban tergantung di kamar mandi yang ada di dalam kamar tidur,’’ sambung dia.

Mereka terkejut karena mendapat Jiro sudah dalam posisi gantung diri. Seketika korban langsung ditolong oleh istri dan pembantunya. Tapi, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. (elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP