Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Pimpin Khataman Alquran, Menristekdikti Sentil Doktor Palsu

| editor : 

Menristekdikti M Nasir saat berada di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten

Menristekdikti M Nasir saat berada di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten (Istimewa)

JawaPos.com - Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa mesti menyiapkan mentalnya. Mental itu akan membentuk karakter dari mahasiswa itu setelah lulus nantinya.

Menristekdikti M Nasir mengatakan, dirinya ingin mengajak kepada semua mahasiswa yang tersebar di 4.00 kampus agar mematangkan mentalnya dengan mengaji kitab suci masing-masing. Bagi umat Islam tentu saja dengan mengkhatamkan Alquran.

Bagi mereka yang beragama Hindu, Budha, Protestan, dan Katholik tentu saja menghayati kitab suci masing-masing. "Dengan demikian mental mahasiswa semakin matang dan lulusannya berkualitas secara ilmu dan mental," kata M Nasir saat memimpin khataman alquran Fakultas Tekhnik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, Senin (20/3).

Khataman ini diikuti oleh ribuan mahasiswa dan keluarga besar  Untirta dalam acara Nusantara Mengaji. Menurut Nasir, agar lulusan berkualitas maka apa yang harus dilakukan, seperti dikutip dari kitab Kifayat al-Atqiya, karangan Syekh Nawawi al-Bantani, hendaknya segenap mahasiswa menjadikan tujuan hidup ibarat mutiara.

Mutiara hanya tumbuh dari lingkungan dan kondisi yang baik. Mutiara tak bisa muncul dari orang yang sakit hatinya, sombong, malas, suka mengadudomba, dan gemar menyebar hoax.

Dia menyebut national compititisme yaitu meliputi tenaga terampil dan kekuatan inovasi (research) harus dimiliki. "Jika ini kita jalani, maka tidak akan ditemukan doktor palsu, ijazah palsu, dan kampus palsu," kata dia.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid yang juga ikut di acara itu mengatakan, manfaat Alquran diturunkan salah satunya adalah sebagai obat (syifa'). Jika fisik sakit maka akan sangat mudah didiagnosa dan diobati.

Tensi darah, kolesterol, dapat mudah diukur. Akan tetapi jika sakit nonfisik sulit dideteksi. Bagaimana mendeteksi sombong, malas, pelit, angkuh, dan lain sebagainya dalam diri seseorang, tentu bukan perkara mudah. "Nah, Alquran diturunkan untuk mengobati penyakit hati," kata dia. (iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP