Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Events

DESA MELANGKAH

Panen Pertama dengan Mesin Tanam

| editor : 

HASIL MANFAATKAN TEKNOLOGI: Para buruh tani memanen padi yang ditanam dengan mesin Minggu (19/3) di kawasan Desa Seketi, Balongbendo. Total 57 hektare sawah panen bersamaan.

HASIL MANFAATKAN TEKNOLOGI: Para buruh tani memanen padi yang ditanam dengan mesin Minggu (19/3) di kawasan Desa Seketi, Balongbendo. Total 57 hektare sawah panen bersamaan. (Firma Zuhdi Al Fauzi/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Minggu (19/3) menjadi hari yang berbahagia bagi sejumlah petani di Desa Seketi, Balongbendo. Sebab, mereka memanen padi yang ditanam beberapa bulan lalu. Total ada 57 hektare lahan yang panen serempak.

Total lahan sawah di Desa Seketi yang terdiri atas Dusun Seketi, Dusun Guyang, dan Dusun Sonosari tercatat 145 hektare. Sekitar 22 hektare dari angka itu ditanami tebu. ’’Sisanya padi, semua sudah musim panen,’’ kata Kepala Desa Seketi Seger Purwanto.

Musim panen kali ini terbilang sukses. Apalagi tidak terkena banjir. Sejak awal 2017 pihak desa bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Seguno membuat gerakan Kembali ke Sawah. Tujuannya, sawah jadi prioritas utama dan pengelolaan dilakukan dengan saling kerja sama. Misalnya, saat musim hama tikus, sejumlah petani bersama-sama menyisir sawah satu ke sawah lainnya untuk mencari tikus. ’’Semua ikut walaupun yang nggak punya sawah,’’ katanya.

Dengan begitu, petani jadi lebih guyup. Padi yang dipanen pun lebih banyak dan lebih berkualitas. ’’Ke depan Seketi harus jadi swasembada pangan dan jadi lumbung padi untuk Sidoarjo,’’ ucap Seger.

Panen kali ini merupakan hasil pertama dari penanaman dengan menggunakan mesin tanam. ’’Dulu, kami sempat belajar penggunaan mesin tanam. Ternyata hasilnya cukup meningkat jika ditanam dengan mesin,’’ paparnya.

Jumlah padi yang dihasilkan jadi lebih banyak, sekitar 1–2 ton dari penanaman secara manual. Dengan menggunakan mesin, jarak antarpadi bisa terukur. Jarak yang pas membuat padi tumbuh maksimal. Selain itu, bibit yang ditanam tidak boros. ’’Ini masih ada sawah yang masih belum panen. Dalam waktu dekat ini panen bersama lagi,’’ ungkapnya. (uzi/c15/dio/sep/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP