Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Jasad Bayi di Bawah Kolong Tempat Tidur Itu Milik Honorer Puskesmas

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (pixabay.com)

JawaPos.com – Warga Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong digegerkan penemuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki, Kamis (16/3). Mayat bayi laki-laki tersebut pertama kali ditemukan HT dibawah kolong tempat tidur milik SY (29 thn) yang belakangan diketahui merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.

SY merupakan honorer yang bertugas di Puskesmas Biji Nangka. Warga Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong melahirkan anak di luar nikah.

Penemuan bayi tersebut berawal saat HT melihat baskom yang ada di bawah kolong tempat tidur milik SY. HT kemudian berinisiatif memeriksa baskom tersebut dan mendapati selembar sarung batik dan selanjutnya mengangkat sarung tersebut dan menemukan sosok bayi laki – laki yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Kepala Desa Bonto Sinala Mappanyukki, umur bayi diperkirakan 7 bulan dan itu adalah hasil hubungan diluar nikah antar SJ dengan AT (30 thn), warga Desa Biji Nangka yang kesehariannya bekerja sebagai supir truk.

“Perempuan (SY) adalah seorang tenaga honorer di Puskesmas Biji Nangka dan laki laki (AT) sudah berkeluarga serta sudah memiliki dua orang anak. Saya selaku kepala desa tidak bisa berbuat banyak. Sekiranya AT belum punya istri, mungkin saya selaku kepala desa bisa memediasi,” tutur Mappanyukki sebagimana dilansir dari Radar Bone (Jawa Pos Group).

Sumber dari Polsek Sinjai Borong menyebutkan, perempuan (SJ) dan pasangannya AT beserta barang bukti telah diamankan oleh pihak yang berwenang untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, oknum bidan berinisial SY (29 tahun) yang diduga telah melakukan aborsi kini menjalani perawatan di rumah sakit. SY dirawat untuk memulihkan kondisinya usai melakukan aborsi, hasil dari hubungan gelapnya dengan IT, warga asal Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong.

“SY belum kami tahan karena sementara menjalani perawatan. Jika terbukti maka ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Sardan, Jumat (17/3).

Selain SY, IT kata Sardan juga terancam hukuman yang sama. Mereka melanggar Undang-Undang Nomor 3 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.(rab/sad/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP