Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Sepakbola Indonesia

IB Terkenang Bantuan KH Hasyim Muzadi untuk Eksistensi Arema

| editor : 

KH Hasyim Muzadi pernah berjasa terhadap eksistensi Arema FC.

KH Hasyim Muzadi pernah berjasa terhadap eksistensi Arema FC. (Malang Post/JPG)

JawaPos.com - Nama KH Hasyim Muzadi memiliki catatan khusus dalam sejarah perjalanan Arema FC. Saat masih bernama Arema Malang, Abah Hasyim -sapaan akrabnya- pernah membantu Singo Edan agar memperoleh sponsor pada 2001. Saat itu, masalah keuangan tim berlogo singa membuat pengurus Yayasan Arema berjibaku mencari bantuan dana.

Staf Khusus Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, yang saat itu menjadi Ketua Yayasan Arema menjelaskan peran besar Abah Hasyim terhadap eksistensi Arema. “Saat itu, tahun 2001, ada gelombang demo dari Aremania yang meminta pemerintah daerah adil terhadap warganya. Aremania mendemo Wali Kota Malang, pak Suyitno, agar tidak hanya mendanai Persema Malang yang saat itu masih eksis,” kata IB -sapaan akrabnya- kepada Malang Post (Jawa Pos Group).

Saat itu, publik Arema kecewa dengan pemerintah kota karena hanya mendanai Persema Malang. Kondisi finansial tim juara Galatama 1992 tersebut compang-camping, saat Persema Malang bergelimang bantuan dana Pemkot Malang sebesar Rp 12 miliar per tahun. Aremania meminta Pemkot Malang ikut mendanai tim yang kala itu masih bermarkas di Stadion Gajayana.

“Saat itu Arema menjadi tim yang hidup segan mati tak bisa, sementara Persema Malang yang masih eksis mendapat subsidi belasan miliar. Arema punya massa besar, tapi tak mendapat perhatian Pemkot. Aremania demo hingga memenuhi areal bundaran Tugu,” jelas IB.

Menurut manajer timnas tersebut, Aremania pada tahun 2001, berduyun-duyun ke areal Tugu dan meminta bertemu Wali Kota Malang Suyitno. Namun, setelah ditemui Suyitno, tak ada jalan keluar untuk kondisi keuangan Arema. Bahkan, saat itu Aremania mengancam untuk demo dengan massa yang lebih besar. Ujungnya, demo Aremania dibubarkan aparat.

Inilah awal pertemuan dari IB dan Abah Hasyim. Bersama mendiang Lucky Acub Zaenal atau Sam Ikul, IB menemui Abah Hasyim yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

“Setelah demo tersebut, sore hari saya yang saat itu jadi ketum Yayasan Arema, bersama Ruddy Widodo yang masih Bendahara Umum, sowan ke Abah Hasyim. Beliau ternyata mengikuti situasi demo Aremania seharian penuh. Beliau juga pantau situasi dan ketegangan di balai kota,” sambung IB.

Abah Hasyim, meminta pengurus Yayasan Arema meredam arus demonstrasi Aremania di balai kota. Mantan Ketua BLAI PSSI ini pun berdiskusi dengan Abah Hasyim untuk mendapatkan jalan keluar bagi situasi finansial klub. Akhirnya, Abah Hasyim memberi janji kepada Yayasan Arema, untuk menemukan solusi.

“Waktu itu beliau meminta agar demo Aremania diredam. Abah Hasyim mengatakan, ‘Tolong diredam, jangan unjuk rasa. Aku yo Arek Malang’. Beliau mengaku terpanggil untuk memikirkan Arema. Saat itu, Abah Hasyim berjanji membantu mencarikan sponsor,” kenang IB. Dengan janji tersebut, Yayasan Arema akhirnya memilih menunggu.

Selama menanti jawaban dari Abah Hasyim, IB mengaku waswas. Karena Aremania pun gelisah terkait keberlangsungan klub pujaannya. Tak dinyana, Abah Hasyim hanya butuh waktu kurang dari seminggu untuk memberi kabar baik bagi Yayasan Arema. IB, dipertemukan dengan Didik Suwandi, pengusaha Malang yang juga mantan suami Menteri BUMN Rini Suwandi.

“Gak sampai satu minggu, Abah Hasyim pertemukan kami dengan mas Didik Suwandi untuk jadi sponsor. Itulah sejarah pertama Arema, mendapat sponsor dengan nilai miliaran rupiah, lewat produk sepeda motor Kanzen. Sumbangsih dan perhatian Abah Hasyim untuk Arema luar biasa,” tandas IB.

Bapak dua anak tersebut terkesan dengan sosok Abah Hasyim yang punya kepedulian besar bagi tim pujaan masyarakat Malang ini. Karena itu, IB merasa kehilangan ketika mendengar kabar Abah Hasyim berpulang pagi kemarin di Ponpes mahasiswa Al-Hikam Jalan Cengger Ayam. Secara pribadi, IB menyatakan duka mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan.

IB sendiri, mengenal pribadi Abah Hasyim sebagai sosok yang tegas. “Beliau tegas, tapi sangat santun. Beberapa tahun setelah membantu Arema, beliau masih Ketua Umum PBNU, saya sempat ketemu di bandara. Ketegasannya masih ada, kesantunannya dalam tutur kata juga tetap ada. Kami turut berduka dan merasa kehilangan. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” tutup IB.

Selain membantu Arema mendapatkan sponsor, sosok Abah Hasyim juga pernah menengahi perselisihan antara pengurus Arema dan Persebaya. Tepatnya, pada 11 November 2003 lalu, Abah Hasyim menengahi perebutan pemain Bejo Sugiantoro antara Singo Edan dan Bajul Ijo. Awalnya, Bejo berkomitmen untuk menjadi pemain Arema sebelum Ligina X.

Bejo telah menerima uang panjar dari Arema dan harusnya sudah siap tanda tangan kontrak. Namun, saat pendaftaran pemain di PSSI, Bejo didaftarkan sebagai pemain Persebaya. Bukti kontrak dengan tanda tangan Bejo sebagai pemain tim pujaan Bonek juga diberikan untuk pendaftaran pemain Ligina X.

Arema muntab. Tim pujaan Aremania, mengirim surat protes, lewat Ketua Yayasan Arema Darjoto Setiawan kepada pengurus Persebaya, H Santo. Abah Hasyim, hadir sebagai penengah perselisihan ini. Pertemuan Darjoto Setiawan dan H Santo terjadi di kediaman Abah Hasyim. Saat itu, Abah Hasyim memberi petuah kepada para pengurus kedua klub rival.

Jika pemimpin klub gontok-gontokan, maka suporter kedua klub tidak akan bisa berdamai. Ending dari pertemuan di kediaman Abah Hasyim adalah perdamaian antara Arema dan Persebaya terkait pemain Bejo Sugiantoro. Arema mengikhlaskan Bejo menjadi pemain Persebaya. (fin/han/ira/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP