Selasa, 24 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Features

Rivalnya, Universitas-Universitas Besar Dunia

Bangga, Mahasiswi Indonesia Wakili Harvard di World Government Summit

| editor : 

CERDAS: Andhyta Firselly Utami (tiga dari kiri atas, duduk) bersama rekan-rekannya.

CERDAS: Andhyta Firselly Utami (tiga dari kiri atas, duduk) bersama rekan-rekannya. (Foto Andhyta for Jawa Pos.com)

Satu kebanggaan tersendiri mengetahui puluhan mahasiswa Indonesia belajar di Harvard University, Amerika Serikat. Apalagi, sebagian diantaranya juga berprestasi.

---

Salah satunya adalah Andhyta Firselly Utami yang baru saja mewakili Harvard Kennedy School (HKS) di World Government Summit yang diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 12-15 Februari lalu.

Alumnus HI Universitas Indonesia yang akrab disapa Afu tersebut terpilih sebagai 1 dari sekitar 20 orang mahasiswa HKS yang berangkat ke World Government Summit lewat seleksi tertulis (esai). ’’Tapi untuk mengikuti kompetisi Global Universities Challenge-nya sendiri dipilih lagi 10 orang saja, dan syukur saya terpilih juga,’’ ucapnya.

Afu mengatakan, kompetisi Global Universitiesn Challenge adalah bagian dari World Government Summit dimana peserta yang datang dari beberapa sekolah terbaik di dunia ditantang untuk memberikan proposal tentang bagaimana pemerintah akan bekerja di masa depan.  Peserta yang lain datang dari Harvard Business School, London School of Economics, Stanford University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan lainnya.

Afu dan timnya, menjadi juara satu dengan ide cit-coin atau citizencoin yang berfungsi sebagai semacam universal basic income, tapi didesain sedemikian rupa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sipil.

Di masa depan dengan banyak automasi, pekerjaan yang ada akan digantikan oleh artificial intelligence atau robot, sehingga manusia berisiko kehilangan sense of purpose dan sense of belonging terhadap negara.

Dengan menggunakan cit-coin, pemerintah bisa memberikan insentif bagi warga negara untuk tetap terlibat. ’’Alhamdulilah kami menjadi juara 1, juara 2-nya adalah Stanford University dan juara 3-nya adalah IESE,’’ papar Afu.

Namun yang terpenting, Afu juga mendapatkan banyak pengalaman lain. World Government Summit diadakan oleh kantor Perdana Menteri UAE. Kegiatannya selama sekitar empat hari, dengan tema utama membahas tentang masa depan pemerintahan atau The Future of Government.

Sepanjang acara, berbagai pemimpin kelas dunia seperti Sekretaris Jendral PBB, Presiden Bank Dunia, Sekretaris Eksekutif UNFCCC, dan beberapa Perdana Menteri seperti dari Jepang dan Bhutan hadir untuk memberikan perspektif mereka misalnya sehubungan dengan ekonomi, pendidikan, dan perubahan iklim. (ina/tia)

Sponsored Content

loading...
 TOP