Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Kesehatan

Indonesia Diproyeksikan Jadi Pusat Terapi Kebutaan Akibat Diabetes

| editor : 

Presiden WOCPM dr. Deby Vinski, MscAA, PhD (tengah).

Presiden WOCPM dr. Deby Vinski, MscAA, PhD (tengah). (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penyakit kebutaan akibat penyakit diabetes bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini disebut dengan istilah macular degeneration dan diabetic retinopathy. Kejadian ini belum ada obatnya di seluruh dunia hingga saat ini. Hal inilah yang mendorong Presiden Badan Akreditasi Kedokteran Preventif dan Anti Aging Dunia (WOCPM) dr. Deby Vinski, MscAA, PhD untuk memerangi penyakit tersebut.

Usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinas di Menteng, Jakarta Pusat, Deby menjelaskan, saat ini Indonesja terpilih menjadi pusat terapi penyakit tersebut. Selama ini pengobatannya fokus dilakukan oleh negara Rusia dengan biaya tinggi. Namun sekelas orang kaya pun berobat di sana harus melewati serangkaian interogasi. Indonesia berpeluang karena memiliki keleluasaan izin visa yang lebih luas.

"Itu bagus untuk kita karena ini dunia. Kami temukan terapinya dan memang Rusia sangat selektif obatnya. Mereka memilih Indonesia menjadi pusat anti aging dunia," katanya kepada wartawan, Sabtu (25/2).

Dengan terapi menggunakan Peptaid Deregulation bisa memperbaiki kerusakan pada retina. Daftar tunggunya di dunia mencapai jutaan pasien. "Itu daftar tunggu di Rusia sampai ratusan ribu orang. Masuk ke negaranya saja tak begitu mudah. Kita membuka pintu, mereka yang menawarkan bagaimana jika dilakukan di Indonesia," katanya.

Penyakit kebutaan ini biasanya dialami penderita diabetes usia lanjut karena faktor degeneratif. Sedangkan pada usia lebih muda bisa saja disebabkan masalah genetik. Tiba-tiba saja matanya buta. Dengan terapi ini mengandung asam amino khusus yang dapat memperbaiki kerusakan sel sampai tingkat yang paling kecil yaitu DNA. "DNA-nya yang diperbaiki. Buta karena diabetes ya sudah begitu jalannya. Saya harap tahun ini segera berjalan," jelasnya. (cr1/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP