Jumat, 22 Sep 2017
JPG Today

Jelang Pilgub Jabar, PKS Klaim Telah Kantongi 3 Nama 

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Setahun jelang pelaksanaan Pilgub Jabar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai tancap gas. Mereka mengaku tengah menggodok tiga nama buat mencari suksesor Ahmad Heryawan.  

Hal itu seiring telah digelarnya pemilu raya (pemira) di seluruh DPD PKS kabupaten/kota di Jawa Barat pada Desember 2016 lalu.

Ketua DPW PKS Jawa Barat, Ahmad Syaikhu mengatakan pihaknya memang telah mengantongi 3 kandidat di kalangan internal untuk calon gubernur pada persiapan pilgub Jabar 2018. Namun demikian, pihaknya enggan untuk mengumumkan ketiga kandidat tersebut.

"Memang seiring pemira, sudah ada tiga nama (kandidat).Tapi untuk nama-namanya, saya belum bisa memberitahukan sekarang ke teman-teman media. Nanti saja kalau sudah diproses DPP (Dewan Pimpinan Pusat), kita baru umumkan," kata Syaikhu saat ditemui di sela-sela acara peluncuran hari aspirasi Fraksi PKS di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (20/2).

Diungkapkannya, ketiga nama yang muncul dari pemilu para kader PKS tersebut, lanjutnya, sudah diserahkan secara resmi ke DPP PKS untuk selanjutnya diproses dan dilakukan survei lanjutan untuk mengukur popularitas dan elektabilitas masing-masing kandidat. 

Dari proses tersebut, akan dimunculkan satu nama yang dianggap layak diajukan sebagai kandidat calon gubernur. "Jadi nantinya DPP PKS yang menentukan siapa yang akan menjadi cagub dari tiga nama tersebut," katanya.

Seperti diketahui beberapa lembaga survei seperti Instrat melansir hasil survei mereka yang diadakan pada akhir 2016 lalu. Terdapat tiga nama yang muncul dan dianggap layak maju sebagai calon gubernur/wakil gubernur dari kalangan internal. 

Ketiga nama tersebut yaitu Netty Prasetyani Heryawan (istri Gubernur Ahmad Heryawan), Tate Qomarudin (mantan Ketua DPW PKS Jabar) dan Haris Yuliana (Wakil Ketua DPRD Jabar).

Terkait itu fungsionaris PKS Jawa Barat Sadar Muslihat mengakui nama-nama yang muncul di internal PKS tersebut tak jauh dari nama-nama yang muncul dari hasil survei sejumlah lembaga survei.

"Memang enggak jauh-jauh dari yang muncul. Dari internal ada Pak Tate Qomarudin, ada Pak Haris, ada Bu Netty," kata Sadar.

Natinya, lanjut Sadar, nama-nama yang muncul dari internal PKS itu, selanjutnya akan disurvei dan digodog oleh internal PKS. Di samping itu, mereka juga didorong untuk berkiprah sesuai dengan kapasitas dan tugasnya masing-masing yang diharapkan dapat meningkatkan popularitas dan elektabilitas ketiganya.

Meski demikian, kata Sadar, PKS tetap membuka peluang untuk mencalonkan kandidat gubernur dari luar PKS. Ia menyebut sudah ada dua nama yang mencuat, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

"Keduanya (Ridwan dan Deddy Mizwar) punya historikal dengan PKS. Jadi kita enggak berat lagi membangun kerjasama," tandasnya.(nif/rmol/mam/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP