Sabtu, 23 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Petani Jual Cabai Rawit Rp 100 Ribu, di Pasaran Dijual Rp 180 Ribu

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com – Harga cabai rawit merah masih tinggi. Yakni, mencapai Rp 180 ribu perkilogram. Padahal, harga dari petani hanya sekitar Rp 100 ribu. Harga tersebut salah satunya di Pasar Ciborelang Jatiwangi.

Diduga banyak tengkulak yang bermain hingga harga cabai semakin melambung. Seperti diungkapkan Siti Jamilah (52) petani cabai Desa Kasokandel, membenarkan prediksi harga cabai akan naik lagi. Mengingat saat ini barangnya semakin sulit didapat.
“Saat ini harganya mencapai Rp 180 ribu dan bisa naik lagi kalau kirimannya macet,” ujarnya. Dirinya juga berharap kenaikan harga cabai dapat diatur oleh pemerintah, mengingat saat ini masyarakat banyak yang masih menanyakan.

Apalagi komoditas cabai menjadi konsumsi wajib bagi beberapa para pelaku usaha masakan. “Sementara sebagian besar pembeli rata-rata punya usaha warung makan, yang setiap hari pasti selalu belanja cabai untuk sambal,” ujarnya.

Harga cabai yang masih tinggi juga dikeluhkan sejumlah pembeli terutama para ibu rumah tangga dan pengusaha kuliner. Sehingga kalaupun membeli maka jumlahnya dikurangi. “Tidak dibeli yang di rumah pada banyak nanyain, kalau dibeli uang belanjaan habis untuk cabai. Makanya sedikit saja belinya,” ungkap salah seorang pedagang warteg, Zaenal.

Sementara data yang tercatat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan 7 – 10 Februari 2017, harga komoditas cabai bervariasi dan fluktuatif. Harga cabai merah biasa Rp60 ribu dari Rp58 ribu per kilogram.

Cabai merah keriting kini Rp62 ribu yang tadinya Rp57 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau Rp87.500, dan cabai rawit merah Rp126.250 dari harga semula Rp121 ribu per kilogram. (bae/yuz/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP