Sabtu, 23 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Finance

Kredit UMKM Baru Sebatas Kebutuhan Konsumtif

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay.com)

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi kinerja perbankan di Kepulauan Riau (Kepri) yang semakin memberikan ruang kredit bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Namun demikian penyaluran kredit baru sebatas untuk kebutuhan konsumtif. Sementara kredit bernilai produktif masih relatif kecil.

Kepala OJK Kepri, Uzersyah menyebutkan, kredit UMKM yang disalurkan oleh perbankan Kepri per Desember 2016 mencapai Rp 6,12 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan dengan posisi per Desember 2015 yang mencapai sebesar Rp 5,85 triliun.

"Namun demikian, porsi kredit program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hanya sebesar Rp 295,67 milyar atau persentase 4,83 persen dari total kredit UMKM," ujar Uzersyah seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (17/2).

Diterangkannya, jika dilihat dari jenis kredit, penyaluran kredit perbankan terdiri dari 43,72 persen kredit konsumsi, 29,99 persen; kredit modal kerja sebesar 26,29 persen dan kredit investasi.

Sedangkan dari sektor ekonomi pemberian kredit perbankan didominasi oleh sektor perdagangan yaitu sebesar 16,08 persen, sektor industri pengolahan 11,17 persen, sektor transportasi, gudang dan komunikasi 9,64 persen.

Pihak OJK juga mengimbau kepada seluruh pelaku perbankan di Provinsi Kepri untuk senantiasa meningkatkan porsi penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif, sehingga keberadaan perbankan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri. (cr18/iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP