Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Bisnis

Taksi Online Bisa Dongkrak Penjualan Mobil LCGC

| editor : 

JawaPos.com - Industri otomotif berharap pasar low cost green car (LCGC) makin baik tahun ini. Sebab, mobil murah seharga Rp 100 juta hingga Rp 150 jutaan itu paling diminati konsumen mobil penumpang di Indonesia selain low multipurpose vehicle (MPV).

Industri juga tengah menunggu finalisasi keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai revisi Permenhub No 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek Jenis Angkutan Sewa atau taksi dalam jaringan (taksi online).

Awalnya, Kemenhub mengatur bahwa taksi online hanya diperbolehkan menggunakan mobil 1.300 cc. Namun, belakangan Kemenhub mendengar masukan dari pelaku bisnis taksi online yang ingin agar mobil 1.000 cc dapat digunakan untuk taksi online.

''Sebenarnya aturan taksi online pada dasarnya kan tidak melarang LCGC, tapi lebih ke cc-nya. Kalau ditanya apakah itu memberikan peluang penjualan LCGC naik lagi, ya kami berharap mudah-mudahan itu menjadi peluang,'' kata Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso di sela-sela media gathering akhir pekan lalu.

Saat ini mobil Daihatsu yang banyak dipakai untuk taksi online adalah low MPV Xenia yang berkapasitas mesin 1.300 cc. Bila Kemenhub melonggarkan aturannya dengan memperbolehkan mobil berkapasitas 1.000 cc untuk taksi online, Hendra berharap penjualan LCGC Sigra dan Ayla dapat terdongkrak. Dia menganggap kehadiran Ayla dan Sigra tidak menggeser market Xenia yang eksis selama 12 tahun belakangan.

Menurut Hendra, agen pemegang merek (APM) lain juga bisa jadi mengharapkan dampak yang sama pada penjualan LCGC. Selain Daihatsu, pemain LCGC di Indonesia adalah Datsun Go+ Panca dan Toyota Calya. Dua mobil tersebut menjadi saingan Daihatsu Sigra di segmen LCGC MPV.

Marketing Director PT ADM Amelia Tjandra menyatakan, penjualan low MPV Daihatsu sebenarnya cukup menolong kinerja perseroan. Tahun sebelumnya perlambatan lebih banyak terjadi pada penjualan mobil komersial seperti pikap Gran Max yang penjualannya turun 30 persen. Dari 58.121 unit di 2015 menjadi 42.625 unit pada 2016. Ketika Sigra sebagai pelengkap mobil MPV khusus LCGC hadir di pasar tahun lalu, respons masyarakat terbilang sangat baik.

''Ada dewa penolong, yaitu Xenia. Pada 2015, hanya terjual 35.057 unit, lalu menjadi 48.072 unit di 2016,'' ujarnya. Kontribusi Sigra sekitar 5.000 unit per bulan sejak pertama diperkenalkan pada Agustus tahun lalu. (rin/c14/sof)

Sponsored Content

loading...
 TOP