Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Penyesalan Ayu Usai Menghabisi Nyawa Sahabat di Rumah Sendiri

| editor : 

Jenazah Neli Agustinm korban pembunuhan sadis dari sahabatnya saat akan dimakamkan.

Jenazah Neli Agustinm korban pembunuhan sadis dari sahabatnya saat akan dimakamkan. (YULICEF ANTONY/Padang Ekspres/JawaPos.com)

JawaPos.com SOLOK - Air mata Ayu Permata Sari (23) tak kunjung berhenti saat ditanya petugas penyidik Sat Reskrim Polres Solok Kota.

Sesekali nafasnya terlihat sesak, saat memberikan keterangan. Dia mengaku menyesal telah membunuh dan mengubur jasad Neli Agustin (19), teman wanita yang dikasihi itu di kamar tidurnya.

Dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), perempuan bertubuh kecil dan tomboi itu mengisahkan, kedekatannya dengan almarhumah berawal dari berkenalan di radio beberapa tahun lalu.

Setelah itu, keduanya bertukar nomor telepon dan saling berkabar melalui jaringan seluler. Akhirnya, kedua perempuan ini bertemu dan menjalin keakraban.

“Saya dan korban baru berteman dekat sejak 3 bulan terakhir,” kata Ayu kepada penyidik yang disaksikan Kasat Reskrim Polres Solok Kota AKP R Natun, di Mapolres setempat, Rabu (30/11).

Diceritakan Ayu, sebelum pembunuhan itu dirinya terlibat cekcok sengit dengan korban. Puncak cekcok itu berawal ketika korban menyebut pelaku dengan kata “Kau”.

Selama ini, menurut putri kelima dari enam bersaudara itu, korban tak pernah memanggilnya dengan sebutan tersebut. Dia biasa dipanggil dengan sebutan “Kakak”. “Karena takut kedengaran ribut-ribut, saya bawa korban ke dalam kamar,” katanya.

Sampai di kamar, korban tetap meronta-ronta. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung mengambil linggis yang berada di kamar itu dan memukulkan ke bahu Neli hingga tersungkur. Saat merintih kesakitan, korban kembali dipukul dengan linggis.

Pelaku mengaku saat itu korban masih terlihat bernafas dan merintih. Ayu lalu menghantamkan linggis kembali ke bagian mulut korban hingga tewas seketika.

“Saya sudah panik dan takut ketahuan, makanya saya habisi Neli hingga mati,” terang korban sambil tersedu-sedu.

Melihat rumah masih sepi, Ayu bergegas menggali lantai kamarnya yang masih tanah. Dengan kedalaman sekitar 60 cm, pelaku menguburkan korban di dalam kamarnya. “Setelah saya kubur, saya tutup dengan karpet plastik,” katanya.

Soal keberadaan linggis yang ada di kamarnya, Ayu mengaku tidak sengaja. “Kamar saya itu seperti gudang, kami baru pindah ke Kandangaua sekitar 2 tahun lalu,” kata Ayu yang mengaku tidak tertarik dengan laki-laki.

Karena tidak tahan menyembunyikan kekejaman itu, dia melapor ke polisi dan mengakui telah membunuh korban.

Kasat Reskrim Polres Solok Kota, AKP R Natun mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan ini berawal dari pengakuan pelaku didampingi pamannya yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi, Senin (28/11) sekitar pukul 21.00 atau tiga hari setelah pembunuhan.

“Pelaku merasa resah dan tidak tahan memendam perbuatannya itu,” terang R Natun. Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 33 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (rch/iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP