Kamis, 19 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

HCML Luncurkan Kapal Karapan Armada Sterling III ke Selat Madura

| editor : 

Suasana FPSO Sail Away di Keppel Shipyard, Singapura

Suasana FPSO Sail Away di Keppel Shipyard, Singapura (Dok HCML)

JawaPos.com – Sebagai salah satu wujud dukungan pada upaya pemerintah mengutamakan pasokan gas dalam negeri, Husky – CNOOC Madura Limited (HCML) menyelenggarakan acara “FPSO Sail Away” di Keppel Shipyard, Singapura, Senin (14/11).

Seremoni tersebut dihadiri oleh Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja, Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Nurwahidi, Senior Manager Development HCML Jonny Pasaribu, dan VP Finance & Economic CNOOC SES Ltd., Wang Yaohui. Hadir juga Representative of Husky Oil Madura Partnership, Kevin S. Moore, serta Representative of SMS Development Limited, Adriansyah Chaniago, serta perwakilan buyers HCML.

Seremoni berupa penekanan tombol ini merupakan simbol berlayarnya kapal FPSO (floating production, storage, and offloading). FPSO yang diberi nama Karapan Armada Sterling III ini akan ditempatkan di Lapangan gas BD, Selat Madura.

“Kita patut berbangga karena hampir 90 persen pekerja di FPSO Karapan Armada Sterling III ini adalah warga Indonesia,” kata Dirjen Migas, IGN Wiratmaja Puja.

Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Nurwahidi menjelaskan bahwa seremoni ini sebagai langkah cepat untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber minyak dan gas di bumi Indonesia. Acara ini juga memainkan peranan penting dalam menjaga nilai-nilai hubungan dan kerjasama dalam mendukung bisnis pengembangan sumber daya alam Indonesia.

“Kami menempatkan perubahan FPSO ini pada skala prioritas yang tinggi karena tidak hanya untuk mendukung upaya peningkatan produksi minyak nasional, melainkan juga menciptakan lapangan kerja, mendukung ekonomi regional dan stabilitas politik, serta mendukung Pemerintah dalam menurunkan angka subsidi minyak yang membebani anggaran,” tambah Nurwahidi.

Pengerjaan proyek pembangunan FPSO ini secara keseluruhan memerlukan waktu sekitar 24 bulan. Dimulai dari detail engineering sampai dengan penempatan di lepas pantai. Kapal FPSO ini juga telah menyelesaikan seluruh tahapan tes dan uji coba operasi yang diperlukan dengan hasil yang sangat memuaskan, dan kapal dinyatakan fit oleh surveyor American Bureau of Shipping yang berbasis di Singapura.

“Kita berharap agar tahap sail away hingga penempatannya di offhore nanti bisa selesai sesuai target yang telah direncanakan” kata Senior Manager of Legal, HR & Business Support HCML, Wahyudin Sunarya.

HCML, yang merupakan operator wilayah kerja Madura Strait Block terus berupaya bisa memenuhi target produksi pertama gas dan minyak dari lapangan BD pada kuartal II tahun 2017 ini. Lapangan BD terletak di lepas pantai Selat Madura, Jawa Timur, 65 kilometer sebelah timur Surabaya dan 16 kilometer sebelah selatan pulau Madura.

Sumur-sumur gas Madura-BD tepatnya ada di sekitar area kepulauan Mandangin, lepas pantai Selat Madura. Lapangan pengembangan ini merupakan lapangan lama dan diharapkan akan menghasilkan 442 BCF (Billion Cubic Feet) Gas Bumi dan 18,7 MMBL Kondesat selama 13 tahun.

“Produksi pertama diharapkan pada kuartal II tahun 2017. Kami sedang bekerja keras untuk mencapai target itu,” kata Wahyudin. (ido/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP