Rabu, 18 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Bupati Buton Sebagai Tersangka Suap Akil

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, Samsu Umar Abdul Samiun sebagai tersangka. 

Samsu diduga memberi suap kepada Akil Mochtar sewaktu masih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa perkara Pilkada Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara‎ tahun 2012.

Meski demikian, KPK masih enggan menjelaskan secara gamblang soal penetapan tersangka Samsu.

"Sebenarnya sedang menunggu dokumen lengkap. Sprindik sudah ada," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, Rabu (19/10).

"Untuk bupati Buton akan secepatnya diumumkan (penetapan tersangka)" ujar Yuyuk.

Samsu diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Diketahui, Bupati Buton Samsu Umar mengaku pernah memberikan uang Rp 1 miliar untuk Akil sekitar tahun 2012. Hal itu disampaikan Samsu saat bersaksi pada sidang Akil.

Menurut Samsu, pemberian uang Rp 1 miliar itu berkaitan dengan sengketa Pilkada Buton yang bergulir di MK. Uang itu dikirim ke CV Ratu Samagat, perusahaan milik istri Akil, Ratu Rita Akil.

"Saya transfer ke CV Ratu Samagat Rp1 miliar," kata Samsu saat bersaksi dalam persidangan terdakwa Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 4 Maret 2014 silam.

Sebelumnya, KPK sudah menjerat sejumlah kepala daerah dan pihak-pihak lain yang memberi suap ke Akil agar dimenangkan dalam gugatannya di MK. Tak tanggung-tanggung, ada tujuh sengketa pilkada yang "dimainkan" oleh Akil di MK.

Salah satunya, Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bersama adiknya, Tubagus Chaeri Wardhana dalam Pilkada Lebak, Banten. (Put/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP