Jumat, 22 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Bisnis

Larang Pedagang Jual Produk Le Minerale, Aqua bakal Disomasi

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (dok.Jawapos.com)

JawaPos.com - Aqua, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) ternama di dunia tengah menjadi sorotan. 

Di Indonesia, sejumlah pedagang mengeluhkan ihwal adanya larangan menjual produk AMDK pesaing Aqua, Le Minerale. 

Praktik tidak menyenangkan ini bahkan dilakukan dengan ancaman dan intimidasi. Jika para pedagang tersebut masih nekat menerima dan menjual produk Le Minerale, status Star Outlet (SO) pedagang minuman yang mempunyai armada penjualan 5.000 galon dan 5.000 karton perbulan, diturunkan statusnya mejadi whole seller bahkan hingga menjadi retail.

Artinya, mengambil harga Aqua jauh lebih mahal. 

Para pedagang itu dipaksa membuat surat pernyataan agar tidak menjual produk Le Minerale pertanggal 1 September 2016, dan harus menghabiskan stok Le Minerale digudang mereka. 

Jika tidak mau, akan menerima konsekuensi sanksi berupa penurunan kategori dari dari PT TIV (Danone).

Peringatan ini disampaikan secara lisan maupun tertulis kepada para pedagang di wilayah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Cileungsi. Bahkan seluruh Jawa Barat dan diperkirakan dijalankan secara nasional. 

Beberapa toko mendapatkan info surat elektronik dan bahkan telah meneken surat sosialisasi dari PT.TIV (Danone) yang melarang Pedagang menjual produk Le Minerale.

Seperti Toko Fanny atau Toko Chun Chun di Karawang, Toko Sumber Air Pratama, Toko Cahyana, Toko Ahmad Nur, Toko Ary Sadi, Toko Handi, Toko Septyan, Toko Noval, Toko Yania, dan Toko Nalue Jaya (Rostika).

Para pedagang pun kebingungan dan merasa ada ketidakadilan dengan adanya hal-hal seperti itu.

"Jelas kami resah. Bayangkan, kami dikasih ultimatum menghabiskan stok Le Minarale hanya dalam satu minggu. Kita jadi bingung menyimpan stok. Gudang kami dicek langsung sama pihak Aqua," jelas Julie, pemilik Toko Yania di Jalan Raya Narogong, Bekasi.

Julie merasa terdapat ketidakadilan. Apalagi selama 15 tahun lebih membantu menjual Aqua.

Senada dengan Julie, Edi Sopadi pemilik Toko Noval kerap mengeluh. Ia mengungkapkan, karena membandel status outletnya yang sudah SO pun, dicopot.

"Saya menolak untuk tidak menjual Le Minarale. Eh status toko saya sebagai SO dicabut. Ini merugikan saya. Bahkan membuat pendapatan toko menurun drastis," terang Edi.

Adapun para pedagang ini berniat melaporkan PT TIV (Danone) kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha. 

Aqua dinilai sudah melakukan monopoli sebagaimana yang diatur dalam UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, terutama Bab 1 Pasal 1 dan 2 yang melarang adanya praktek penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha.

Sementara, PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale), melalui kuasa hukumnya, Suyanto Simalango Patria melakukan somasi terbuka terhadap seluruh pihak yang menghalangi penjualan mereka dagang Le Minerale, salah satunya Aqua. 

Suyanto menegaskan, tindakan menghalang-halangi penjualan merupakan perbuatan melawan hukum.

"Bahwa perlu disampaikan tindakan tersebut merupakan tindakan melawan hukum yang jelas membawa kerugian bagi klien kami dan para pedagang dan toko," kata Suyanto sebagaimana dilansir Rmol Jakarta, Minggu (2/10). 

Suyanto menegaskan pihak yang terbukti melakukan tindakan tersebut melanggar ketentuan Pasal 19 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 

Pihak yang terbukti melanggar dapat dikenakan Sanksi Pidana Denda sampai dengan Rp 100 milar atau pidana kurungan.

Hal ini disampaikan Suyanto menyusul informasi yang didapatkan, yakni ada pihak yang mengaku perwakilan dari PT Tirta Investama dan/atau afiliasinya dengan merek dagang Danone Aqua yang melarang pedagang menjual AMDK mereka Le Minerale.

"Klien kami mendapat informasi ada pelarangan yang dilakukan dengan memberikan berbagai macam ancaman dan melakukan tindakan yang merugikan pedagang dan toko," jelas dia.

Suyanto bersama tim hukumnya memastikan bakal melaporkan pihak yang kedapatan tindakan pengancaman ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha. 

Dia juga meminta kepada para pedagang dan toko yang mendapat ancaman agar berani melaporkan tindakan tersebut ke kepolisian.

"Supaya melaporkan kegiatan tersebut dan melkaukan kegiatan dagang AMDK merek Le Minerale seperti biasanya," tegas dia.(ipk/rmol/mam/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP