Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Presiden Semringah, Tebusan Tax Amnesty Menuju Rp 100 Triliun

| editor : 

TUNAIKAN KEWAJIBAN: Dahlan Iskan (kanan) menyerahkan surat per- nyataan harta kepada Kakanwil DJP Jatim I Estu Budiarto di Surabaya.

TUNAIKAN KEWAJIBAN: Dahlan Iskan (kanan) menyerahkan surat per- nyataan harta kepada Kakanwil DJP Jatim I Estu Budiarto di Surabaya. (FRIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Program tax amnesty membukukan sukses besar. Menjelang penutupan gelombang pertama pada pukul 00.00 WIB tadi malam (30/9), hampir Rp 100 triliun dana tebusan masuk ke kas negara. Kepercayaan pengusaha dan publik kepada negara begitu besar sehingga pengampunan pajak bisa berjalan baik.

Pendaftar tax amnesty membeludak sepanjang sehari Jumat (30/9). Untuk menyemangati petugas pajak dan peserta tax amnesty, Presiden Joko Widodo menyambangi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. 

Jokowi tiba di kantor DJP pada pukul 19.55 WIB. Dia mengenakan kemeja putih lengan panjang. Wajahnya tampak semringah melihat antusiasme peserta tax amnesty dan angka realisasi yang terus menanjak.

Dia datang dengan didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, dan Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani. Kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

Setiba di kantor DJP, rombongan langsung bergegas menuju ruang tunggu penyerahan surat pernyataan harta (SPH). Dalam pernyataannya, Jokowi memerinci, hingga pukul 20.03 WIB, total deklarasi dan repatriasi adalah Rp 3.540 triliun. Sedangkan angka tebusan mencapai Rp 97,1 triliun.

"Tadi saya sampaikan, ini sebuah momentum untuk reformasi perpajakan kita, perluas basis pajak dan tentu saja tingkatkan rasio pajak di negara kita Indonesia." 

Jokowi mengapresiasi kinerja petugas pajak yang sejauh ini telah memberikan kerja kerasnya di program tax amnesty. "Aparat pajak yang dalam tiga bulan terakhir bekerja betul-betul dan sebulan terakhir ini kerja sampai tengah malam," pujinya.

Saat ditanya apakah mengikuti tax amnesty atau tidak, Jokowi menjawab tidak ikut. Perusahaan yang dulu dikelolanya sudah mengikuti tax amnesty. Sebab, secara pribadi, Jokowi saat ini tidak ikut mengelola perusahaan tersebut. "Saya tidak. Tapi, perusahaan ikut, karena saya sudah tidak mengurus perusahaan," ujarnya.

Sri Mulyani pun menyatakan apresiasinya kepada Jokowi yang memberikan dukungan besar bagi pelaksanaan program tax amnesty. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa kunjungan yang dilakukan ke kantor pajak untuk meninjau langsung proses pelaporan tax amnesty

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang selama ini telah memberikan semangat yang tidak ada habisnya bagi seluruh petugas pajak di sini. Dukungan Presiden berkali-kali ke sini buat kita stres, tapi stres yang baik," papar dia saat mendampingi Jokowi di gedung DJP kemarin. 

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti tax amnesty menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap DJP. DJP pun harus mampu mempertahankan kepercayaan publik dengan terus melakukan evaluasi, khususnya terkait pelayanan terhadap wajib pajak (WP). 

"Kami terus evaluasi kalau ada masukan negatif karena itu juga merupakan masukan yang baik untuk terus perbaiki institusi pajak," katanya. 

 

Pengusaha Surabaya Ikut TA 

Hari terakhir program pengampunan pajak kemarin dimanfaatkan sejumlah pengusaha di Surabaya untuk mengurus pelaporan hartanya. Dahlan Iskan, bos Jawa Pos, kemarin hadir di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur (DJP Jatim) I di Surabaya. Dia datang bersama Dirut PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda dan Direktur Operasional PT Jawa Pos Koran Leak Kustiya.

Dahlan datang ke DJP Jatim I untuk menyerahkan surat pernyataan harta (SPH). Berikutnya, surat keterangan mengikuti tax amnesty akan dia terima sepuluh hari mendatang sejak penyerahan SPH. Sedangkan uang tebusan sudah dia bayarkan beberapa hari lalu. "Dari awal saya ingin menjadi yang pertama mengikuti program ini. Tapi, saya masih di luar negeri dan baru sampai tadi malam," katanya kemarin.

Sejauh ini, selain Dahlan, beberapa pengusaha Surabaya yang telah mengikuti amnesti pajak adalah bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J. Gunawan. "Ini sebenarnya sebagian saja dari harta yang saya laporkan karena periode I ini terlalu mepet. Sisanya masih akan saya ikutkan tax amnesty lagi di periode II," jelas mantan ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Jatim itu. (dee/ken/jun/rin/c9/ang)

Sponsored Content

loading...
 TOP