Sabtu, 23 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Finance

Jokowi Terima Global Islamic Finance Leadership Award

| editor : 

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Dok JPNN)

JawaPos.com  – Potensi ekonomi syariah di Indonesia masih terbuka lebar untuk dikembangkan. Karena itu, keuangan syariah jadi salah satu prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) periode kali ini. 

Presiden Joko Widodo menerima penghargaan Global Islamic Finance Leadership Award 2016 di ballroom Hotel Fairmont Jakarta kemarin (29/9). 

Penghargaan itu diserahkan peraih penghargaan yang sama tahun lalu, Muhammad Sanusi. Dia merupakan Mantan Gubernur Bank Sentral Nigeria.

Global Islamic Financial Award (GIFA) sudah berlangsung lima kali. Penyelenggaraan kemarin merupakan yang keenam sejak kali pertama diadakan pada 2011.

GIFA merupakan penghargaan bagi pelaku industri jasa keuangan maupun individu yang berkecimpung di bidang keuangan syariah. 

Beberapa pelaku dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan adalah BNI Syariah, BRI Syariah, serta Ketua MUI KH Ma’ruf Amin yang mendapatkan GIFA Lifetime Achievement Award.

Jokowi menuturkan, potensi ekonomi syariah Indonesia bisa dilihat secara sederhana dari jumlah penduduk. Sebanyak 216 juta di antara sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia adalah muslim. 

’’Saat ini baru 5 persen dari (peluang, Red) yang ada. Masih ada opportunity 95 pesen yang bisa kita kembangkan,’’ ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan para undangan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad menjelaskan, industri keuangan syariah sedang tubuh pesat. 

Pada medio 1990-an, aset industri keuangan syariah berada pada kisaran USD 150 miliar. Saat ini nilai asetnya membengkak menjadi USD 2 triliun. ’’Diprediksi menjadi USD 6,5 triliun pada 2020,’’ terangnya.

Tahun ini Indonesia berada di peringkat 6 dari 48 negara yang tercatat dalam Islamic Finance Country Index dengan total poin 24,21. 

Di peringkat pertama ada Malaysia dengan total poin 77,77, disusul Iran (77,39); Arab Saudi (66,98); Uni Emirat Arab (36,68); dan Kuwait (35,51). (byu/c22/sof)

Sponsored Content

loading...
 TOP