Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Bisnis

Presiden Jokowi Permudah E-Commerce dan Start-up

| editor : 

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (AFP)

JawaPos.com - E-commerce bakal menjadi andalan pemerintah untuk mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden kemarin (27/9), dibahas sejumlah peluang untuk mendorong tumbuhnya penjualan produk UMKM.

Dalam ratas tersebut, Presiden Joko Widodo meminta para menteri melakukan sejumlah hal untuk meningkatkan transaksi e-commerce. Antara lain, membangun jembatan antara platform logistik dunia dan produk-produk UMKM di kawasan perkampungan serta perdesaan.

Sebisa-bisanya Indonesia harus memiliki platform sendiri untuk e-commerce. Platform itu bisa ditempelkan ke aplikasi yang sudah ada saat ini seperti BlackBerry Messenger. Dengan begitu, platform tersebut akan menjadi mandiri dan tidak perlu sampai diakuisisi platform lain seperti Alibaba yang membeli saham Lazada.

Platform yang mandiri, tutur Jokowi, sangat penting. Platform itu nanti didorong untuk memasarkan produk pelaku UMKM yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. UMKM sekecil apa pun nanti terfasilitasi untuk penjualan secara online

Selain itu, Jokowi meminta ada terobosan untuk membantu pebisnis pemula. ''Saya minta pelaku bisnis pemula, start-up, diprioritaskan, difasilitasi, untuk mendapat akses permodalan,'' ujar Jokowi. Dengan demikian, usaha mereka bisa tumbuh dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal itu, Jokowi meminta deregulasi besar-besaran guna mendukung perkembangan industri e-commerce. Juga, pelatihan serta pengembangan kapasitas di bidang tersebut harus diperbanyak. Dengan demikian, semakin banyak pelaku start-up yang bisa ikut bersaing di dunia bisnis.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah. Yakni, mulai membangun infrastruktur berupa broadband maupun cyber security. Tidak tertinggal Palapa Ring. Mengenai upaya keseluruhan untuk mendorong tumbuhnya e-commerce, dia menyatakan, pihaknya saat ini menyusun road map. ''Ada tu­juh isu untuk road map e-commerce itu,'' terangnya. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi hanyalah salah satunya.

Di luar itu, ada sumber daya manusia dan pendidikan, pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, keamanan cyber, dan logistik. (byu/c5/oki) 

Sponsored Content

loading...
 TOP