Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Sports

PON XIX/2016 Jawa Barat

Medali Emas Bisa Didapat Setelah Memprotes dan Mengancam

| editor : 

Pesenam Riau beraksi di nomor gelang-gelang.

Pesenam Riau beraksi di nomor gelang-gelang. (Riau Pos/JPG)

JawaPos.com - Sedianya Riau gagal mendapatkan medali emas dari cabang olahraga senam. Namun, setelah melancarkan aksi protes dan mengancam, medali emas akhirnya diraih bersama Riau dan Jawa Timur.

Kabid Legalitas dan Advokasi Kontingen Riau, Meidizon Dahlan, sebelumnya mengungkap adanya indikasi kecurangan yang dilakukan terkait hasil final cabor senam yang dilaksakanan di Gynasium, Sport Center Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (22/9) malam.

Menurutnya, atlet Riau M Afrizal nyaris kehilangan emas, kalau saja Riau tidak melakukan protes terkait hasil akhir.

"Hasilnya tidak sesuai dengan penampilan apik yang dilakukan M Afrizal di nomor gelang-gelang, Cabor Senam Artistik. Makanya kita protes," ujar Meidizon saat ditemui Riau Pos (Jawa Pos Group) di Lapangan Tembak KONI Jawa Barat, Cisangkan, Kota Cimahi, Jumat (23/9).

Meidizon dan Pelatih Senam Riau, Ahmad Markos pun melakukan protes keras. Bahkan dia juga mengancam untuk melaporkan dugaan kecurangan tersebut ke Komisi Hukum PB PON.

Setelah itu akhir video senam atlet kembali dibuka lagi di depan para atlet, pelatih wasit. Hasilnya para pelatih sepakat atlet Riau M Afrizal layak menyabet medali emas.

Namun kontingen Jawa Timur tidak mau dirugikan, apalagi mereka diumumkan sebelumnya meraih emas di nomor tersebut. Sehingga jalan keluarnya, pada nomor gelang-gelang diputuskan untuk mendapatkan medali emas bersama yang diraih M Aprizal bersama atlet Jawa Timur, Dwi Samsul Arifin.

Keduanya mendapatkan nilai 13.500 di nomor gelang-gelang. Sedangkan medali perak ditiadakan pada nomor tersebit. Kemudian medali perunggu diraih atlet Jawa Timur lainnya, Agus Adi Prayoko dengan nilai 13.150.

Secara umum, Meidizon menilai penilaian yang dilakukan pada PON XIX/2016 Jawa Barat masih belum fair. Hal ini ditandai dengan banyaknya kecurangan dan protes yang dilakukan peserta.

"Kalau hal seperti ini terjadi terus-menerus, utuk apa PON ini dilaksanakan. Seolah-olah perolehan medali hanya untuk yang memiliki kepentingan saja. Padahal seharusnya berikan hak kepada atlet yang memang berhak dan layak. Bukan bagi-bagi medali," keluh Meidizon.

Di sisi lain, dua medali perak Riau disumbangkan oleh Agung Suci Tantio Akbar di nomor palang tunggal dan kuda pelana.

Di nomor palang tunggal, Agung meraih nilai 13.200 dibawah atlet Jawa Timur, Ferrous One Wil Todac yang meraih nilai 13.330. Kemudian medali perunggu diraih atlet Sumatera Selatan, Fajar Abdul Rohman dengan skor 12.550.

Kemudian di nomor kuda pelana, Agung mengumpulkan nilai 13.500 dan meraih medali perak. Sedangkan medali emas diraih M Tri Syaputra dari Jawa Timur dengan nilai 13.900, selanjutnya medali perunggu diraih atlet Lampung, Yuridhistira Alfian dengan nilai 13.330.

Sementara, satu perunggu disumbangkan Doni Pratama di nomor senam artistik lantai dengan nilai 13.600. Dia berada dibawa duo Jawa Timur Ferrous One Wil Yodac (14.400) dan Dwi Samsul Arifin (13.900). (luk/ira/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP