Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Events

Jumpalitan Bersama Komunitas Parkour

| editor : 

PAMER GERAKAN: Aaron Martin, juri asal Jerman, menunjukkan kebolehan melompati rintangan.

PAMER GERAKAN: Aaron Martin, juri asal Jerman, menunjukkan kebolehan melompati rintangan. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Aaron Martin unjuk kebolehan parkour dengan melakukan lompatan presisi. Dia melompat sampai posisi paha dan perut membentuk siku.

Selanjutnya, pemuda asal Jerman tersebut melewati obstacle (rintangan atau objek penghalang) setinggi 1,5 meter dengan gerakan memutar. Sangat memukau.

Aksinya selama satu menit disambut tepuk tangan riuh peserta Parkour Festival 2016. Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya bersama Parkour Surabaya Minggu (18/9) mengadakan Parkour Festival 2016.

Nah, Aaron merupakan salah seorang juri lomba seni gerak yang diikuti komunitas parkour se-Indonesia tersebut.

Di sela-sela penjurian, pemuda 24 tahun yang juga tergabung di Team Ashigaru Jerman itu beberapa kali mencontohkan gerakan parkour kepada peserta Parkour Festival 2016.

President Parkour Surabaya Andreas Lucio Ivanno mengungkapkan, Parkour Festival 2016 diikuti komunitas parkour se-Indonesia.

Total ada 40 komunitas yang bergabung di even yang berlangsung di Taman Mundu, Tambaksari, itu. Mereka datang dari Solo, Jakarta, Kalimantan, Palembang, Bali, Lombok, Kendari, dan Riau.

’’Untuk Parkour Festival, ada 400 peserta yang ikut,’’ katanya. Andreas menuturkan, babak penyisihan di Parkour Festival 2016 dilakukan pada Sabtu (17/9).

Jadi, 400 peserta diberi waktu satu menit untuk unjuk kebolehan. Mula-mula, peserta diminta melakukan gerakan free running. Selanjutnya, mereka diminta melewati 10 obstacle yang disediakan.

’’Tiap-tiap obstacle punya poin berbeda. Bergantung tingkat kesulitannya,’’ ujarnya. Nah, akhir pekan itu merupakan babak final. Dua puluh peserta yang lolos.

’’Untuk pemenangnya, kami mengambil juara 1–6,’’ imbuhnya. Mereka diberi piagam dan uang pembinaan.

Kepala Seksi Olahraga Umum dan Tradisional Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya Indah Sri Utami menyatakan, Parkour Festival 2016 merupakan event parkour terbesar di Indonesia.

Selain karena jumlah peserta yang mengikuti lomba mencapai 400 orang, kegiatan serupa belum pernah diadakan di daerah lain.

’’Selama ini belum ada parkour yang dilombakan dan tingkatnya nasional,’’ ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Indah, Surabaya pernah mengadakan kegiatan untuk mewadahi komunitas parkour di Indonesia pada 2014. Namun, saat itu konsepnya lain.

Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya hanya mengadakan workshop bagi komunitas-komunitas. ’’Yang dilombakan seperti ini belum ada,’’ ujarnya.

Indah menjelaskan, parkour merupakan jenis olahraga modern. Gerakan yang ada di parkour diadopsi dari beberapa gerakan senam. ’’Jadi, di samping hobi, parkour ini menyehatkan,’’ katanya.

Untuk itu, Indah berharap kegiatan serupa bisa terus berlangsung. Tujuannya, mewadahi penghobi parkour di Indonesia, khususnya Surabaya.

Selain itu, dengan diadakan Parkour Festival 2016, olahraga parkour semakin dikenal di masyarakat. Babak final Parkour Festival 2016 dimulai pukul 06.00.

Tiap-tiap peserta yang lolos babak penyisihan kembali beradu kebolehan free running dan free jumping di area parkour yang telah disediakan panitia.

Setiap peserta memiliki gaya masing-masing saat melewati obstacle. Misalnya saja Abidin. Pemuda asal Banjarmasin tersebut berhasil melewati 10 obstacle dengan waktu 40 detik.

’’Yang paling sulit adalah obstacle yang berbentuk seperti perosotan,’’ ungkapnya. Meski begitu, Abidin mengaku antusias mengikuti Parkour Festival 2016.

Sebab, selama ini dia belum pernah menemui ajang serupa. ’’Harapannya tiap tahun bisa selalu diadakan,’’ ujarnya sembari mengelap peluh di dahi dan menenggak segelas air mineral. (rst/c17/dos/sep/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP