Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Tumbuhkan Kompetisi Siswa di Bidang Inovasi

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Masuknya kewirausahaan dalam kurikulum 13 (K-13) menuntut pelajar belajar menjadi wirausahaan. Salah satu untuk mewujudkannya, Kemendikbud bersama dukungan dari corporate social responsibility (CSR) menggelar kompetisi kewirausahaan antar pelajar.

Ketua Umum Yayasan Prestasi Junior Gemilang Indonesia Pribadi Setiyanto mengatakan, kompetisi kewirausahaan atau National Student Company Competition (NSCC) diselenggarakan sebagai upaya berkelanjutan dari program student company(PSC). Kompetisi ini, diikuti oleh setiap sekolah yang memperoleh program student company.

”Kegiatan PSC dikemas dalam ekstrakurikuler (eksul). Dalam enam bulan siswa diajarkan intens tentang teori kewirausahaan dan enam bulan berikutnya berupa praktek,” ujarnya, Jumat (19/8).

Pribadi mengungkapkan, PSC menginspirasi dan mempersiapkan siswa dalam menghadapi perekonomian global. Mereka diedukasi tentang entrepreneurship, kesiapan bekerja dan pemahaman finansial. Siswa diasah mengembangkan usaha dari menggali peluang, investasi, mengelola sumber daya hingga mengembalikan modal dan keuntungan.

”Dengan kompetisi NSCC, akan tumbuh minat dan semangat wirausaha bagi generasi muda,” tegasnya.

Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta Sumarjianto menuturkan, banyak hal positif dari pelaksanaan PSC dan program NSCC. Siswa dibentuk menjadi pelaku pada 15 hingga 20 tahun mendatang, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton saja.

”Dengan demikian ke depan negara Indonesia bisa maju dan sejajar dengan negara maju lainnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhamad saat menerima kontingen olimpiade Biologi Internasional (IBO) mengatakan, kompetisi siswa tidak hanya berorientasi pada kecerdasan pedagogik saja. Ke depan akan berorientasi pada inovasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

”Jadi perlombaan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan saja, kita akan perbanyak perlombaan yang berorientasi pada inovasi,” ujarnya.

Dikatakan Hamid, siswa yang berkompetisi di ajang internasional akan disediakan beasiswa hingga S3. Bentuk apresiasi tersebut diperuntukkan mereka yang meraih emas, sementara peraih perak memperoleh beasiswa pendidikan program S2 dan perunggu beasiswa pendidikan program S1. (nas/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP