Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Menghilang 4 Bulan, Mahasiswi Al-Khaeriyah Akhirnya Ditemukan

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com CILEGON – Setelah empat bulan menghilang sejak April lalu, Qonita Nur Ulfa Laili, mahasiswi semester empat jurusan Menajemen Informasi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Al-Khaeriyah Cilegon akhirnya ditemukan, Sabtu (23/7).

Wanita 19 tahun itu diserahkan langsung pada kedua orangtuannya oleh Kapolres Cilegon AKPB Raden Romdon Natakusuma.  

Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Cilegon AKP Awab mengatakan, sejak dikabarkan menghilang, Polres Cilegon terus melakukan pencarian secara intensif terhadap Qonita. 

Pihaknya terus mengumpulkan informasi mulai dari teman kuliah, orang yang terakhir melihat dan banyak lagi informasi yang digali. 

“Dengan bantuan jaringan kami punya barulah kami jadikan dasar pencarian hingga bisa menemukannya,” katanya sebagaimana dikutip Radar Banten (Jawa Pos Group), Senin (25/7).

Di tempat yang sama, Kepala Urusan Operasi Sat Intelkam Polres Cilegon Iptu Hadi Subeno memastikan tidak menemui unsur ajaran atau aliran radikal dari keterangan yang diberikan Qonita maupun lima orang yang diduga terlibat dalam hilangnya Qonita. 

“Perlu digarisbawahi untuk ikut pengajian itu dibolehkan meminta izin pada keluarga, mungkin karena takut tidak dibolehkan ada juga beberapa yang tidak meminta izin,” ungkapnya.

Kapolres Cilegon AKPB Raden Romdon Natakusuma mengimbau agar warga dapat menerima Qonita seperti biasa. Ia bahkan meminta keluarga, teman kampus dan RT RW setempat untuk melaporkan jika ada intimidasi maupun isolasi dari warga sekitar. 

“Kami siap menerima laporan dan bertindak jika ada yang menganggap anak ini (Qonita) masuk dalam kelompok yang dikhawatirkan (kelompok radikal),” katanya.

Menurutnya, tidak ada alasan warga mengucilkan Qonita yang telah menghilang beberapa bulan. Ia memastikan, selama menghilang Qonita tidak terlibat atau bersentuhan dengan radikalisme. 

“Saat menghilang Qonita hanya belajar di tempat lain. Kesimpulan sementara,  kelompok ini hanya kelompok pengajian dan tidak ada kaitannya dengan radikalisme. Tapi kami akan tetap mengawasi aktivitas mereka,” katanya.

Sementara itu, ibu Qonita, Sumarni, mengaku senang dengan kepulangan anak sulungnya tersebut. Ia mengaku tidak berhenti berupaya untuk menemukan anak perempuan dengan berbagai cara. 

“Alhamdulillah doa saya dijawab, saya sanggat senang dengan ditemukannya anak saya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. 
Sedangkan Qonita, sampai kemarin, belum mau memberikan keterangan terkait ke mana saja dirinya pergi selama pelarian. (mg01/ibm/ags/nas/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP