Minggu, 22 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

3 Orang Tewas Digigit Anjing Gila

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Equator.co.id/JPG)

JawaPos.com SINTANG- Kasus gigitan anjing yang terinfeksi rabies (anjing gila) cukup mengkhawatirkandi Kabupaten Sintang.

Sepanjang  Januari hingga 22 Juli 2016 tercatat 174 kasus anjing gila.  Dari kasus itu, tiga orang di antaranya tewas, yakni seorang dewasa dan dua anak-anak.

“Ketiganya merupakan warga Kecamatan Sungai Tebelian,” ungkap Hary Sinto Linoh, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sintang sebagaimana dikutip Equator.co.id (Jawa Pos Group), Senin (25/7).

Sinto menjelaskan, ketiga korban gigitan anjing gila tersebut sebelumnya sudah mendapat penangangan secara medis, baik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang.

“Kita sudah mengambil langkah-langkah medis dalam penanganan korban.  Apalagi Sintang saat ini sudah ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) Rabies,” ujar Sinto.

Kendati berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan tim medis, nyawa ketiga warga Kecamatan Tebelian itu tidak tertolong. 

“Semua masyarakat kita minta waspadalah, jangan sampai ada korban lagi,” harap Sinto.

Para orangtua, kata Sinto, diharapkan lebih intens lagi menjaga anak-anaknya, jangan sampai digigit anjing. “Para orangtua mesti waspada, karena anjing gila masih berkeliaran bebas,” ingatnya.

Sinto mengaku sudah melayangkan Surat Edaran (SE) kepada Camat dan Kepala Desa (Kades) di seluruh Kabupaten Sintang, untuk lebih aktif memantau anjing gila atau berpenyakit.  

“Jika ditemukan, segera ambil tindakan terhadap anjing-anjing berpenyakit seperti itu. Karena jika tidak, akan dapat membahayakan nyawa seseorang,” tuturnya.

Disinggung mengenai ketersediaan vaksin rabies, Sinto mengungkapkan, hingga di Kabupaten Sintang tidak ada stok Vaksin Anti Rabies (VAR). 

“Masih kosong. Berbagai upaya kita lakukan untuk mendapat VAR tersebut. Di antaranya berkoordinasi dengan Pemprov dan Pempus. Bila perlu kita membeli,” tutupnya.(achmad munandar/nas/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP