Senin, 25 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

60th Marlupi Dance Academy Nights in Old Shanghai

Minggu Malam, Dance Festival 2016 Si Kabayan di Balai Budaya Surabaya

| editor : 

REK AYO REK: Penari balet Marlupi Dance Academy dengan elegan menyuguhkan pertunjukan yang menggambarkan keanekaragaman tari di tanah air.

REK AYO REK: Penari balet Marlupi Dance Academy dengan elegan menyuguhkan pertunjukan yang menggambarkan keanekaragaman tari di tanah air. (Dipta Wahyu/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Gemerlap kelab malam Paramount menghipnotis siapa pun untuk mampir dan menghabiskan malam. Apalagi, mereka menampilkan pertunjukan tari paling tersohor seantero Shanghai.

Tampak beberapa remaja yang mengenakan busana klasik cheongsam menarikan balet kontemporer penuh keceriaan.

Kemeriahan pertunjukan itu merupakan gambaran perayaan 60 tahun Marlupi Dance Academy bertajuk Nights in Old Shanghai pada Sabtu (18/6) malam.

Pertunjukan megah yang diselenggarakan di lantai 10 Empire Palace tersebut tidak hanya menyuguhkan tarian. Namun, ada juga jalan cerita, akting para penari, serta lagu-lagu Mandarin yang mengiringi tarian.

”Ada 15 teman dekat saya sejak kecil yang membantu mengisi pertunjukan ini dengan lagu mereka,” jelas Marlupi Sijangga, founder Marlupi Dance Academy, saat ditemui sebelum pentas.

Mengenai tema, Marlupi menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut terinspirasi dari kunjungannya bersama mendiang suami ke Shanghai. Saat itu sang suami mengajaknya ke kelab malam bernama Paramount.

Sang suami sangat menyukai suasana meriah kelab malam itu. Padahal, Marlupi sama sekali tidak suka berada di kelab. Hingga, sebuah pertunjukan tari-tarian di kelab tersebut menginspirasinya.

”Dari dulu ingin buat pertunjukan tari dengan latar belakang Paramount Club, apalagi suami dulu sangat suka,” ungkapnya.

Namun, sebelum hal itu terwujud, suaminya berpulang. ”Sehingga pertunjukan ini saya persembahkan untuk suami,” jelas pemilik salah satu sekolah tari terbesar di Indonesia itu.

Selain sebagai bentuk persembahan untuk mendiang suami, pertunjukan semalam merupakan pesta pembuka International Dance Festival 2016.

Dalam acara tersebut, ada lima negara yang turut berpartisipasi, yakni Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Peru, dan Meksiko.

Mereka akan berkolaborasi untuk menampilkan tarian balet kontemporer khas negara masing-masing.

Tidak ketinggalan, Marlupi Dance Academy menampilkan mahakarya mereka berjudul Si Kabayan. Pertunjukan tersebut berkisah mengenai sosok Kabayan yang sangat mencintai Iteng.

Namun, karena masalah biaya, mereka tidak bisa bersatu. Lalu, ibundanya berpesan bahwa kakek Kabayan memiliki harta karun yang disembunyikan.

”Nanti Kabayan mencari harta karun itu keliling Nusantara. Dia menemui banyak lokalitas dan budaya daerah yang berbeda-beda,” ungkap Fifi Sijangga, artistic director dan koreografer Si Kabayan.

Dari sisi koreografi, Fifi mengombinasikan tari balet dengan tari khas dari beberapa daerah di Nusantara. ”Kombinasi itu ada dalam tari tradisional Nusantara yang digabung dengan balet,” tambahnya.

Karena itu, jangan heran jika ada tari balet yang dikombinasikan dengan tari asal Jawa Tengah. Tari kipas, tari piring, hingga tari dari suku dayak Kalimantan.

Fifi berharap, pertunjukan tersebut bisa membuat anak muda lebih mencintai budayanya. Apalagi, kesenian itu dikombinasikan dengan balet.

”Selain itu, tentu saja mengenalkan budaya Indonesia ke lima delegasi yang berpartisipasi sekaligus menjadi ajang pertukaran budaya mereka ke anak muda Indonesia,” papar Fifi.

Pertunjukan International Dance Festival 2016 Si Kabayan digelar Minggu (19/6) malam di Balai Budaya Surabaya. (all/c7/end/sep/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP