Rabu, 18 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Otomotif

Ferrari Buka Service Center di Surabaya

| editor : 

(kiri) CEO Ferrari Far East Dieter Knechtel, CEO PT. CLO (Ferrari Jakarta)Arie Christopher dan CEO MRA Group Soetikno Soedarjo saat pembukaan  Ferrari Servis Center di Surabaya.

(kiri) CEO Ferrari Far East Dieter Knechtel, CEO PT. CLO (Ferrari Jakarta)Arie Christopher dan CEO MRA Group Soetikno Soedarjo saat pembukaan Ferrari Servis Center di Surabaya. (frizal/jawapos)

JawaPos.com - Surabaya adalah pasar kedua terbesar Ferrari setelah Jakarta. Di Indonesia, 15–20 persen penjualan mobil mewah asal Italia itu berasal dari Surabaya.

Agar maksimal menggarap penetrasi pasar Jawa Timur dan Indonesia Timur, PT Citra Langgeng Otomotif membuka Ferrari Service Center di Surabaya.

Layanan tersebut dikhususkan untuk servis mobil yang sudah terjual serta memberikan informasi awal tentang produk-produk Ferrari.

Pasar otomotif di Indonesia sejak tahun lalu memang mengalami tekanan, termasuk segmen high-end. Namun, penjualan di segmen high-end tertolong pelanggan loyal.

"Service center adalah cara untuk mempertahankan konsumen loyal," kata CEO Ferrari Far East Dieter Knechtel kemarin (15/4).

CEO PT Citra Langgeng Otomotif Arie Christopher menyatakan, populasi Ferrari di Indonesia sekitar 200 unit. Tahun lalu, Citra Langgeng mampu menjual 40–50 unit Ferrari aneka tipe.

Sekitar 15–20 persen penjualan berasal dari Surabaya, sedangkan Bali dan Makassar menyumbang 5 persen penjualan. "Tahun ini kami targetkan penjualan tumbuh 20 persen," katanya.

Tahun lalu Ferrari meluncurkan seri California T dan 458 Spider. Tahun ini Ferrari akan meluncurkan dua seri, yakni California Handling Speciale dan GTC4Lusso.

Penurunan daya beli diyakini tak berpengaruh pada segmen supercar di Indonesia. Dieter menegaskan, eksklusivisme dan pelanggan loyal lebih penting daripada target jumlah unit yang terjual.

Meski demikian, Dieter optimistis pasar supercar di Indonesia masih menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Alasannya, jumlah penduduk Indonesia sangat besar. "Apalagi penurunan pasar tidak hanya terjadi di Indonesia," katanya. (vir/c5/noe)

Sponsored Content

loading...
 TOP