Jumat, 22 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Otomotif

Di Luar Jepang, Indonesia Negara Pertama Produksi Sienta

| editor : 

Fortuner, salah satu produk Toyota

Fortuner, salah satu produk Toyota (M KHAIDIR/JAMBI EKSPRES/JawaPos.com)

JawaPos.com - Varian baru masih menjadi andalan industri otomotif untuk mendongkrak penjualan. Kali ini Toyota memperkenalkan Sienta di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 kemarin (7/4).

"Sienta diproduksi di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk masyarakat Indonesia," kata Managing Officer Toyota Motor Corp Hiroyuki Fukui saat prapeluncuran Sienta kamis (7/4).

Indonesia, lanjut dia, menjadi negara pertama di luar Jepang yang memproduksi sekaligus menjual Sienta. Sejauh ini, Sienta di Jepang diproduksi hingga generasi kedua.

Sienta bakal diproduksi secara masal di Toyota Karawang Plant 2, Jawa Barat, pada akhir Juni 2016. Pabrik tersebut mempunyai kapasitas produksi 120 ribu unit per tahun.

Sementara itu, mesin NR-engine yang digunakan Sienta bakal diproduksi di Toyota Plant Karawang 3. Pabrik yang berkapasitas produksi 216 ribu unit engine per tahun tersebut baru diresmikan sebulan lalu dengan nilai investasi Rp 2,3 triliun. Sienta merupakan mobil berkapasitas 1.500 cc dan diproduksi dengan kandungan lokal 80 persen.

"Aerokit Sienta didesain desainer Indonesia. Ground clearance Sienta juga lebih tinggi dibanding Sienta di Jepang, yakni 170 mm," lanjut Hiroyuki yang juga Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) itu.

Selain ground clearance, Sienta di Indonesia mempunyai transmisi yang lebih beragam, yakni manual dan otomatis. Sementara itu, di Jepang semuanya memakai transmisi otomatis.

Vice President TAM Henry Tanoto menyatakan, Sienta mulai mengaspal di Indonesia pada Juli 2016. "Kita menyasar segmen keluarga yang butuh kendaraan MPV (multipurpose vehicle), tapi juga butuh style. Target untuk 7 seater ini bisa terjual 3.500 unit per bulan," ungkapnya.

Dengan masuk ke segmen baru yang dijuluki multiactivity vehicle (MAV), ada kemungkinan konsumen MPV seperti Avanza akan bergeser ke MAV. Namun, jumlahnya tidak signifikan. Toyota sebenarnya lebih mengharap konsumen baru.

Vice President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono menambahkan, produksi Sienta di Indonesia akan mengikuti demand.

Sebab, pabrik di Karawang tidak menerapkan sistem stok. "Tahun ini kita fokus produksi Sienta untuk kebutuhan domestik. Tapi, nanti kita produksi Sienta untuk ekspor," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Johnny Darmawan menambahkan, produksi otomotif di Indonesia bisa menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Dia juga berharap pergelaran IIMS bisa dimanfaatkan industri otomotif untuk lebih banyak menjual produk. Lebih baik lagi jika industri bisa mendorong produksi di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal tinggi. (rin/c23/oki)

Sponsored Content

loading...
 TOP