JawaPos Radar

Polisi Hutan Tangkap Tangan Dua Pembalak Liar

25/02/2016, 02:50 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Polisi Hutan Tangkap Tangan Dua Pembalak Liar
Ilustrasi (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim patroli Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar menangkap tangan dua pembalak hutan. Mereka adalah Sya (48) dan Buh (36), warga Kecamatan Paloh, Sambas.

Keduanya ditangkap saat melakukan aktivitas pembalakan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Melintang, Kabupaten Sambas. Mereka sedang melakukan penebangan pohon dan membelah kayu menggunakan gergaji mesin (chainsaw).

Kepala Unit Operasi SPORC Brigade Bekantan TB Sibarani mengatakan, penangkapan terhadap dua pelaku illegal logging ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya aktivitas pembalakan liar di kawasan TWA Gunung Melintang. Dari informasi itu, tim patroli SPORC yang dibantu personel TNI Denpom Singkawang Kodam XII Tanjungpura turun ke lapangan.

"Hari Jumat (19/2) kami turun ke Sajingan dengan jumlah personel 20 orang untuk melakukan observasi. Pada Senin (22/2) berhasil menyergap dua pelaku," kata TB Sibarani kepada Pontianak Pos (Jawa Pos Group) Selasa (23/2).

Dari tangan pelaku, tim patroli menyita sejumlah barang bukti, diantaraya satu buah gergaji mesin (chainsaw), satu buah parang, satu buah jeriken dan 40 batang kayu ukuran 9 cm x 18 cm jenis rimba campuran.

"Kemudian barang bukti kayu kami musnahkan di lokasi, karena kayu hasil pembalakan liar di kawasan TWA tidak bisa dilelang. Sementara dua orang pelaku dibawa ke Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan intensif," bebernya.

Dua pelaku diduga melanggar Pasal 33 ayat (3) jo Pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 50 ayat (3) huruf e jo Pasal 78 ayat (5) UU Nomor 41 Tahun 1999 UU Tentang Kehutanan dan atau Pasal 12 huruf c jo pasal 82 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Saat ini keduanya kami titipkan ke Rutan Klas IIA Pontianak," tegasnya.

Dikatakan Sibarani, berdasarkan pengakuan tersangka, kayu hasil pembalakan rencananya akan dibawa ke Paloh. Namun tidak menutup kemungkinan kayu hasil jarahan hutan itu dijual ke Pontianak atau Jakarta.

Mengingat kawasan TWA Gunung Melintang berbatasan langsung dengan Malaysia, kata Sibarani, tidak yakin jika kayu-kayu tersebut dijual ke Malaysia. "Saya rasa tidak ada yang dijual ke sana (Malaysia), karena skalanya kecil dan jenis kayunya kurang bagus," katanya.

Kepala Balai KSDA Kalbar Sustyo Iriono mengatakan, langkah pengamanan kawasan TWA sekaligus untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan kembali. Penindakan secara tegas kepada pelaku illegal logging perlu dilakukan karena illegal logging merupakan salah satu modus untuk melakukan perambahan kawasan hutan.

"Kami masih ada empat lokasi yang menjadi target. Sekarang ini masih kami rahasiakan," katanya singkat. (arf/yuz/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up