Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Remehkan El Nino Produksi Beras Salah Hitung

| editor : 

ilustrasi

ilustrasi (d)

JawaPos.com- Data produksi beras pemerintah Indonesia mulai banyak yang sangsi. Sejumlah elemen menyatakan jangan-jangan data di top up supaya kelihatan ada swasembada pangan.

Pakar ekonomi pertanian Bustanul Arifin salah satu yang meragukan ketahanan beras nasional. Bustanul yang juga Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) mengatakan kalau ada kesalahan input, maka akan terjadi salah diagnosa. Akhirnya pemerintah akan mengambil jalan pintas dengan cara membeli dari luar Indonesia.

“Jika salah data akan memacu impor beras tahun ini,” kata Bustanul di Jakarta, Selasa (22/9)

Jika ini terjadi, kata Bustanul kondisi pangan kita terancam, gara-gara kesalahan besar yang dilakukan oleh pemerintah.

"Mungkin kita akan komplain, kok raskin pakai impor. Kalau hal tersebut dilakukan berarti kita ada kesalahan besar selama ini. Tanpa menyebut siapa orangnya, Bustanul menilai ada kesalahan estimasi dan menganggap enteng dampak El Nino yang sudah sedemikian dahsyat ini. Kita menduga ada dampak penurunan," ujarnya.

Kendatipun demikian, Busnatul menjelaskan saat ini persoalan keputusan impor masih perlu kajian mendalam sembari sama-sama menunggu angka ramalan dari dampak kedua di bulan November.

Jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, maka diperkirakan akan ada impor beras.

"Tapi kan ini baru kita tanya-tanya, katanya surplus 12 juta kok impor, trus barangnya di mana. Saya meragukan klaim surplus itu dari awal karena memang ada persoalan di metode penghitungan," tukasnya. (tny/jpg)

 

Sponsored Content

loading...
 TOP