Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan OC Kaligis

| editor : 

Terdakwa perkara suap ke hakim PTUN Medan, OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Terdakwa perkara suap ke hakim PTUN Medan, OC Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: dokumen JPNN.Com)

JawaPos.Com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Otto Cornelis Kaligis (OC Kaligis) beserta tim penasihat hukumnya. Karenanya, majelis dalam putusa sela memutuskan persidangan perkara dugaan suap ke hakim dan panitera PTUN Medan yang menjadikan Kaligis sebagai terdakwa dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

 

“Memutuskan, menyatakan surat dakwaan penuntut umum telah sah menurut hukum. Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara," kata hakim Sumpeno yang memimpin majelis hakim persidangan atas Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (22/9).

Majelis Hakim menyatakan, keberatan Kaligis dan tim penasihat hukumnya tidak beralasan. Pasalnya, surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK adalah sah serta telah menguraikan kronologis perkara suap ke hakim dan panitera PTUN Medan. ‎"Dan dapat digunakan untuk memeriksa dan mengadili terdakwa OC Kaligis," ujarnya. ‎‎

Sidang akan dilanjutkan pada Senin, 28 September 2015 mendatang. Agendanya adalah pemeriksaan saksi.

Seperti diketahui, OC Kaligis didakwa memberikan suap sejumlah SGD 5.000 dan USD 27.000 kepada hakim dan panitera PTUN Medan. Suap diberikan terkait pengajuan gugatan yang diajukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ke PTUN Medan.

Karenanya, Kaligis diancam pidana dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat(1) KUHPidana. Dia diancam dengan hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.(put/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP