Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Sports

Phinney dan BMC Puaskan Amerika

Pertahankan Gelar Juara Dunia TTT

| editor : 

Taylor Phinney

Taylor Phinney (Marwan Naamani/AFP)

RICHMOND - Tampil di hadapan publik sendiri, Taylor Phinney bersama rekan-rekannya di BMC mampu mempertahankan gelar juara dunia Team Time Trial (TTT) di hari pertama UCI Road Cycling World Championship di Richmond, Virginia, Minggu lalu (20/9, kemarin dini hari WIB).

Phinney, 25, merupakan salah satu bintang muda Amerika Serikat. Timnya, BMC, walau didanai pabrikan dan orang Swiss, juga terdaftar sebagai tim Amerika.

Di ajang itu, enam pembalap BMC bergantian melaju di depan menarik rekan-rekannya. Mereka melahap lintasan 38,6 km dalam waktu 42 menit dan 7 detik, berkecepatan rata-rata 54,97 km/jam.

Ini merupakan kemenangan kedua berturut-turut BMC di kejuaraan dunia TTT. Kali ini, mereka menyisihkan tim asal Belgia, Etixx-QuickStep, dengan selisih waktu hanya 11 detik.

Movistar, tim asal Spanyol, berada di urutan tiga, 30 detik di belakang.

Bagi Phinney, sukses ini benar-benar melegakan hati. Dia baru beberapa bulan ini comeback ke arena setelah hampir setahun absen. Kakinya remuk akibat kecelakaan dalam kejuaraan nasional AS pada 2013 lalu.

"Perasaan saya campur aduk. Dua tahun belakangan ini berlangsung seperti roller coaster", ucapnya seperti dilansir VeloNews.

Menurut Phinney, rekan setimnya Rohan Dennis merupakan bintang utama saat TTT. Pembalap Australia itu merupakan mesin utama BMC.

"Untuk bisa menang lagi adalah sesuatu yang besar", tambah Dennis, 24, yang juga memburu medali emas di ajang Individual Time Trial (ITT) Rabu besok (23/9).

Selain Phinney dan Dennis, BMC menurunkan Silvan Diller, Stefan Kung, Daniel Oss, dan Manuel Quinziato.

Kejuaraan dunia TTT ini kali pertama diselenggarakan pada 2012. Waktu itu, Omega Pharma-QuickStep (kini Etixx) menjadi juara, lantas mempertahankannya pada 2013. Sedangkan BMC merebut gelar pada dua tahun terakhir.

Etixx-QuickStep punya tim cukup kuat tahun ini, dimotori juara dunia ITT tiga kali, Tony Martin, plus mesin-mesin besar lain seperti Tom Boonen. Di Richmond, mereka rupanya lambat panas. Kehilangan waktu di awal, lalu gagal mengejarnya di garis finis.

Martin, asal Jerman, merupakan unggulan utama juara dunia ITT Rabu besok.

Beda dengan ajang lain, ajang TTT menurunkan tim profesional, bukan tim nasional. Alasannya, karena para pembalap lebih banyak berlatih bersama rekan-rekan setim, bukan dengan rekan-rekan senegara. Dengan demikian, jauh lebih aman apabila TTT melibatkan tim.

Selain itu, ajang ini juga memberi eksposur ekstra untuk sponsor-sponsor tim yang terlibat di cycling dunia.

Total ada 27 tim putra turun, berisikan seluruh tim WorldTour plus tim-tim Pro Continental yang memenuhi undangan. Setiap tim menurunkan enam pembalap, tapi harus finis minimal empat orang. Waktu diambil dari orang keempat.

Dengan kemenangan ini, untuk setahun ke depan BMC berhak menaruh logo "TTT World Champion 2015" di jersey.

Sementara itu, di TTT putri, Velocio-SRAM tetap tidak terkalahkan selama empat tahun. Lisa Brennauer dkk mampu mencatat waktu 47 menit dan 35 detik, berkecepatan rata-rata 48,6 km/jam. Itu hanya enam detik lebih cepat dari Boels Dolmans. Tim unggulan lain, Rabo Liv, finis ketiga. Ketinggalan 56 detik.

Selama empat tahun, Velocio-SRAM selalu konsisten tampil sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Padahal, mereka berkali-kali menghadapi masalah keuangan. Sebelum ini, tim tersebut dikenal dengan nama Specialized-lululemon. (aza)

 

Sponsored Content

loading...
 TOP