Kamis, 21 Sep 2017
JawaPos.com Icon
Bulutangkis

Korea Open Superseries 2015

Hanya 3 Wakil Indonesia ke Perempatfinal

| editor : 

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sukses maju di babak perempatfinal Korea Open Superseries 2015

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sukses maju di babak perempatfinal Korea Open Superseries 2015 (Dok PBSI)

JawaPos.com - Indonesia hanya bisa meloloskan tiga wakilnya pada babak perempatfinal Korea Open Superseries 2015. 

Mereka yakni ganda putri terbaik Indonesia saat ini, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Dalam 16 Besar yang digelar di SK Handball Stadium, Kamis (17/9), Greysia/Nitya menang atas wakil Jepang, Shizuka Matsuo/Mami Naito. Hanya butuh waktu 52 menit untuk menyimpulkan pertandingan, 21-9, 21-16 untuk Greysia/Nitya.

Di perempat final, Greysia/Nitya yang di ajang ini diunggulkan di tempat keenam, akan berhadapan dengan unggulan keempat, Wang Xiaoli/Yu Yang (Tiongkok).

Di ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masih terlalu tanggug buat ganda Malaysia, V Shem Goh/Wee Kiong Tan. Dalam laga berdurasi 30 menit, delegasi Indonesia sukses menumpas Malaysia dengan 21-19, 21-19.

Pada perempat final besok, Ahsan/Hendra sudah ditunggu Gi Jung Kim/Kim Sa Rung (Korea), yang di 16 Besar mengalahkan ganda Indonesia lainnya, Angga Pratama/Ricky K Suwandi 21-19, 21-15.

Sementara itu, di nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga lolos ke 8 Besar usai menghentikan perlawanan juniornya, Praveen Jordan/Debby Susanto, 21-10, 21-13 dalam pertandingan berdurasi 23 menit. Di perempat final, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan pasangan campuran Tiongkok, Lu Kai/Huang Yaqiong.

Sementara tiga tunggal putra Indonesia yang bertanding di babak dua Korea Open Super Series 2015 akhirnya harus terhenti. Tommy Sugiarto, Ihsan Maulana Mustofa dan Jonatan Christie sama-sama tak berhasil mengatasi lawannya di lapangan.

“Momota hari ini bermain lebih rapi dan tenang. Dia lebih tahu bagaimana cara merubah permainan dari game pertama dan kedua, dengan game ketiga,” kata Tommy singkat seperti dikutip badmintonindonesia.org.

Sementara itu, Ihsan juga harus terhenti di tangan pemain Tiongkok, Tian Houwei. Tian masih terlalu tangguh untuk Ihsan, ia merebut kemenangannya dengan 21-17 dan 21-10.

“Tian Houwei tipe pemain yang kuat. Tadi di lapangan kerasa banget saya susah menembus pertahanannya. Di otak sudah tau mau main apa, tapi tadi saya seperti tidak bisa keluar. Saya tidak puas dengan permainan hari ini. Ada banyak evaluasi yg harus saya bawa pulang. Saya harus menaikkan kekuatan fisik saya di lapangan, lebih fokus dan meningkatkan kualitas permainan. Karena kalau di level ini kualitas pemainnya sudah bagus-bagus sekali,” jelas Ihsan menceritakan kesedihannya. 

Untuk babak perempafinal yang akan dijalani besok, tunggal putra Indonesia sudah tidak ada lagi. Bahkan dari 11 wakil yang maju di babak kedua hanya tiga pasangan saja yang berhasil lolos ke babak berikutnya. Sementara yang lainnya harus tumbang dari lawan-lawannya. (ndi/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP