Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Sekali Penggerebekan, Ungkap Tiga Kasus Berbarengan

Bareskrim Buru Aktor Intelektual Sindikat WNA Pelaku Cyber Crime dan Narkoba

| editor : 

JawaPos.Com - Bareskrim Mabes Polri baru saja mengungkap tiga kasus besar hasil penggerebekan rumah di Bandung Barat, Rabu (27/8) lalu. Dari penggerebekan yang dipantau langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso itu, terungkap adanya kasus narkoba, kejahatan dunia maya alias cyber crime dan keimigrasian.

Direktur Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Anjan Pramuka mengatakan, dari penggerebekan itu terdapat 30 warga negara asing (WNA) asal Taiwan. Mereka menempati sebuah rumah di Setya Duta Raya, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Ternyata, 30 WNA yang terdiri dari 16 laki-laki dan 14 perempuan itu merupakan sindikat penipuan melalui internet. "Modusnya mereka (pelaku) seolah-olah berada di luar negeri. Padahal mereka berada di Indonesia. Penipuannya jenis perbankan," ujar Anjan di Mabes Polri, Kamis (27/8).

Namun, Bareskrim masih mendalami modus aksi kelompok Taiwan itu. Yang pasti, katanya, penggerebekan terhadap 30 WNA itu berawal dari penangkapan atas Gandhi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang yang ketahuan mendapat kiriman sabu dari seseorang yang melarikan diri ke Malaysia beberapa waktu lalu.

"Di Bandara Soetta kami amankan Gandhi dengan barang bukti narkoba sebesar 2,5 kilogram. Pengirimnya sedang kami kejar karena lari ke Malaysia," sambungnya.

Dari pengembangan penyidikan atas Gandhi, ternyata arahnya ke sebuah rumah mewah di Setya Duta Raya, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di dalam rumah itulah terdapat 30 WNA asal Taiwan.

Selain mengamankan 30 WNA saat penggerebekan, tim Bareskrim juga menyita 260 butir psikotoprika golongan IV, sabu 2,5 kilogram, satu bong atau alat isap sabu. Ada pula barang-barang elektronik yang diamankan seperti 11 unit laptop, 20 unit telpon, 30 unit router untuk sambungan internet, 27 unit telpon untuk panggilan ke luar negeri, 10 unit kalkulator, 6 unit handytalkie (HT), 65 unit telepon genggam, 3 unit penguat sinyal dan 4 CCTV.

Polisi juga menyita 10 bundel rekapan bertuliskan huruf China, 15 buku rekapan, 27 unit meja kerja serta 30 paspor warga negara Taiwan.

Polisi pun menduga ada pelanggaran UU Keimigrasian dalam kasus itu. "Mungkin tujuan awal datang ke Indonesia baik. Tapi nyatanya lama kelamaan berbuat jahat," ujarnya.

Untuk sabu yang diamankan, asalnya ternyata dari Guangzhou, Tiongkok.  "Kami belum tahu apakah akan diedarkan atau untuk digunakan," kata Anjan.

Sebelumnya, Polri dalam sebuah operasi penggerebekan di Jakarta juga mengamankan 192 paspor WNA Taiwan, China, Vietnam dan Mongolia. Ternyata jaringan itu masih bagian dari sindikat cyber crime yang bekerja di Bandung.

Namun, polisi masih enggan membeber lebih jauh soal kasus itu. "Nantilah. Kami sedang berusaha untuk mengembangkan dan mengaitkan rangkaian kasus yang kami temui untuk melacak siapa aktor intelektualnya," pungkasnya.(elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP