Rabu, 25 Apr 2018
radartulungagung
icon featured
Politik
Prestasi yang Diraih Syahri Mulyo

Dapat Tiga Satyalanca dari Presiden RI Joko Widodo

Senin, 09 Apr 2018 09:28 | editor : Anggi Septian Andika Putra

MEMBANGGAKAN: Presiden Joko Widodo menyematkan Satyalancana Pembangunan di bidang koperasi 2017 kepada Bupati Syahri Mulyo.

MEMBANGGAKAN: Presiden Joko Widodo menyematkan Satyalancana Pembangunan di bidang koperasi 2017 kepada Bupati Syahri Mulyo. (DOK RATU)

Syahri Mulyo, selama menjadi bupati Tulungagung, selain menggenjot perekonomian, infrastruktur, menggratiskan pendidikan, dan meningkatkan pelayanan kesehatan, juga mendapat berbagai prestasi dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Dua tahun lalu, tepatnya 15 April 2016, berdasarkan petikan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21/TK/Tahun 2016 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Presiden Joko Widodo menganugerahan satyalanca itu kepada Bupati Syahri Mulyo.

Penganugerahan ini diberikan sebagai penghargaan atas jasa besar atau prestasi kinerja sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.

SELAMAT : Presiden Joko Widodo menyematkan pin Satyalancana bidang pertanian kepada Bupati Syahri Mulyo, pada 2017 lalu.

SELAMAT : Presiden Joko Widodo menyematkan pin Satyalancana bidang pertanian kepada Bupati Syahri Mulyo, pada 2017 lalu. (DOK/RATU)

Berdasarkan petikan keputusan Presiden Joko Widodo tersebut, penganugerahaan ini diberikan ke Syahri Mulyo karena prestasi kinerja sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Yakni berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah melalui capaian kinerja dalam peningkatan pelayanan umum kesehatan; pendidikan; pekerjaan umum perumahan; lingkungan hidup; pariwisata; pertanian baik fisik maupun nonfisik; dan urusan lainnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Tulungagung. 

Prestasi lain yang diterima pasangan yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai NasDem ini, pada 2017 yakni Satyalancana Pembangunan di bidang koperasi. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada puncak peringatan Hari Koperasi (Harkopnas) ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/7/2017). “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas penghargaan ini,” ungkap Bupati Syahri Mulyo kala itu.

Menurut dia, penghargaan ini merupakan amanah sekaligus tantangan untuk semakin memajukan perkoperasian di Tulungagung. Apalagi, pemerintah pusat sudah mengakui kualitas perkoperasian di Kota Marmer. Sehingga diharapkan nanti bisa lebih maju lagi. “Tak semua kepala daerah menerima penghargaan ini. Bahkan hanya ada dua gubernur, enam bupati, dan satu wali kota. Untuk itu, ini menjadi pelecut untuk semakin memajukan koperasi di Tulungagung ke arah yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Penerimaan penghargaan ini tentu sangat membanggakan. Ini menandakan dunia perkoperasian di Tulungagung berjalan sebagaimana mestinya. Yakni tidak berpatokan kepada kuantitas, tapi lebih mengedepankan kualitas. Ini sudah didukung audit dan pendataan secara sistematis oleh pemerintah pusat. Momentum ini harus dijaga untuk terus memajukan dunia perkoperasian di kabupaten ini.

Satyalancana Pembangunan dianugerahkan untuk memberi mereka yang berjasa besar terhadap negara dan masyarakat. Khususnya dalam lapangan pembangunan negara pada umumnya atau dalam lapangan pembangunan dalam suatu bidang tertentu pada khususnya.

Selain itu, juga ada penganugerahan Bintang Jasa Bakti dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Tulungagung kebagian dua penghargaan, yakni untuk Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopindo) Tulungagung Supardi dan KUD Tani Wilis, Kecamatan Sendang.

Pemerintahan SahTo juga menerima penghargaan Satyalancana Ketahanan Pangan. Ada beberapa program pembangunan pangan yang diterapkan. Di antaranya peningkatan produksi berkelanjutan, peningkatan aksesbilitas pangan yang beragam, pengawasan mutu keamanan pangan, serta nilai tambah dan bisnis pangan.

Ketersediaan pangan di Tulungagung juga terus bertambah. Contohnya beras. Pada 2014 mencapai 167.986 ton dengan kebutuhan 96,2 ribu ton. Sedangkan pada 2015 meningkat menjadi 173.439 ton dengan kebutuhan 96,2 ribu ton. Komoditas jagung juga cukup melimpah. Pada 2014 mencapai 226,8 ribu ton dengan kebutuhan 72 ribu ton. Pada 2015 mencapai 244,5 ribu ton dengan kebutuhan 72 ribu ton.  

Ketersediaan komoditas daging pada 2014 mencapai 37 ribu ton dengan kebutuhan 7,9 ribu ton. Pada 2015 ketersediaan mencapai 33 ribu ton dengan kebutuhan 8,5 ribu ton. Ketersediaan telur pada 2014 mencapai 47 ribu ton, dengan kebutuhan konsumsi 8,34 ribu ton. Pada 2015 ketersediaan mencapai 36,21 ribu ton dengan kebutuhan konsumsi 8,54 ribu ton.

Ketersediaan komoditas susu pada 2014 mencapai 46,7 juta liter dengan kebutuhan konsumsi 10,69 juta liter. Pada 2015 mencapai 39,7 juta liter dengan kebutuhan konsumsi 10,8 juta liter. Komoditas gula pada 2014 sebanyak 42,5 ribu ton dengan kebutuhan konsumsi 10,16 ribu ton. Pada 2015, ketersediaan gula sebanyak 42,25 ribu ton dengan kebutuhan 10,16 ribu ton.

Adanya data itu membuktikan semua komoditas tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Selain itu, setiap tahun selalu ada surplus jumlah komoditas.

Dengan diterimanya penghargaan ini, maka sudah tiga kali pasangan nomor urut dua ini mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo. Yakni Satyalancana Pembangunan di bidang pertanian di Aceh, Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, dan Satyalancana Pembangunan bidang koperasi. (*/wen/ed/and)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia