Minggu, 17 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Pemkab Trenggalek Raih Swasti Saba Wiwerda dan Piala Natamukti

Kamis, 30 Nov 2017 11:04 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SESUAI VISI : Bupati Emil bersama Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Ir Diah Indrajati MSc, setelah menerima Swasti Saba Wiwerda dari Menkes Nila Farid Moeloek.

SESUAI VISI : Bupati Emil bersama Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Ir Diah Indrajati MSc, setelah menerima Swasti Saba Wiwerda dari Menkes Nila Farid Moeloek. (Humas Setda Trenggalek For Radar Trenggalek)

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Trenggalek di bawah komando Bupati Dr Emil Elestianto Dardak, MSc, dan Wabup H. Moch. Nur Arifin, benar-benar melakukan perubahan hingga Kota Keripik Tempe bisa dikenal di kancah nasional maupun internasional. Buktinya, Selasa (28/11) lalu, pemkab memborong dua penghargaan, yaitu Swasti Saba Wiwerda atau penghargaan sebagai Kabupaten Sehat yang diserahkan oleh Plt. Dirjen Bina Pembangunan Daerah Ir Diah Indrajati MSc setelah acara dibuka secara langsung oleh Menteri Kesehatan RI Prof dr Nila Farid Moeloek, serta Piala Natamukti dari International Council for Small Business (ICSB) bersama Kemenkop dan UMKM RI.

Swasti Saba Wiwerda merupakan apresiasi yang diberikan oleh Kemenkes dan Kemendagri terhadap penyelenggaraan program Kabupaten Kota Sehat (KKS). Dengan kata lain, Pemkab Trenggalek menjadi salah satu dari 122 Pemerintah Kabupaten/Kota dan tiga pemprov yang sukses sebagai tim pembina program KKS. Dari situ dipastikan Trenggalek menjadi kota yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduk. Sebab, tercapainya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi juga disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. “Ini kami berikan karena masyarakat telah berperan aktif baik sebagai subjek maupun objek pembangunan kesehatan serta berkiprah sebagai agen perubahan,” ungkap Menkes Prof dr Nila Farid Moeloek.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, MSc, menyampaikan, penghargaan yang diraih sebagai bukti upaya pemerintah mulai dari pucuk pimpinan, termasuk forkopimda, untuk mewujudkan Kabupaten Sehat. Hal itu dilaksanakan dalam program Gerakan Bersama Masyarakat Menuju Kabupaten Trenggalek Sehat (GEMA MELEKAT), yang telah tercatat RPJMD 2016–2021. “Ini bukan hanya program dinas kesehatan saja, melainkan program seluruh organisasi perangkat daerah (OPD),” ucapnya.

TERUS BERSINERGI : Bupati Emil bersama Sekjen Kemenkop dan UMKM Ir Agus Muharram, MSP, (kanan), President of ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya, serta kepala daerah lainnya menerima Piala Natamukti

TERUS BERSINERGI : Bupati Emil bersama Sekjen Kemenkop dan UMKM Ir Agus Muharram, MSP, (kanan), President of ICSB Indonesia Hermawan Kartajaya, serta kepala daerah lainnya menerima Piala Natamukti (Humas Setda Trenggalek For Radar Trenggalek)

Sebenarnya sudah banyak kebijakan yang melahirkan inovasi pembangunan di bidang kesehatan dan lingkungan. Misalnya, mendukung kawasan pariwisata sehat dengan dilakukan penataan kawasan pariwisata Pantai Prigi yang sudah ditambah satu pos penjagaan satpol PP. Selain itu, pengembangan Puskesmas Watulimo sebagai puskesmas pariwisata, penyediaan kawasan permukiman layak huni lewat rusunawa, juga tempat pembuangan akhir (TPA) khusus bagi sampah dari tempat wisata.

Bupati Emil berharap, dengan penghargaan ini maka semakin mendorong masyarakat Trenggalek untuk meningkatkan derajat kesehatan. “Pembangunan kesehatan ini sejalan dengan visi kami yaitu  Terwujudnya Kabupaten Trenggalek Yang Maju, Adil, Sejahtera, Berkepribadian, Berlandaskan Iman dan Takwa,” ujarnya.

Sedangkan, Piala Natamukti merupakan bentuk apresiasi kepada para insan yang telah membantu memajukan UMKM di seluruh Indonesia. Jadi, dengan menerima piala tersebut, berarti Bupati Emil sadar akan pentingnya sinergi dengan seluruh stakeholder termasuk para kepala daerah dalam memberdayakan koperasi dan UMKM di Indonesia.  Sebab, para kepala daerah merupakan ujung tombak bagi kemajuan koperasi dan UMKM, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta pemerataan kesejahteraan. Hal itu ditambah dengan ekosistem UMKM yang kondusif hanya bisa dicapai dengan kontribusi dari berbagai pihak, terutama pemerintah sebagai pendorong utama ekonomi lokal. “Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pencapaian ini karena penghargaan bukan tujuan, tetapi apresiasi adanya kemitraan antara pemerintah dan masyarakat,” jelas suami dari Arumi Bachsin tersebut. (jaz/ed/tri)

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia