Kamis, 14 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Desa Karangsoko Motivasi Warga Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Senin, 27 Nov 2017 11:40 | editor : Anggi Septian Andika Putra

PEDULI : Kepala Kantor Cabang BPJS Ketegakerjaan Blitar Arie Fianto Syofian (tengah) dan Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Trenggalek Sunarto (paling kiri) berfoto bersama kades dan warga penerima bantuan.

PEDULI : Kepala Kantor Cabang BPJS Ketegakerjaan Blitar Arie Fianto Syofian (tengah) dan Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Trenggalek Sunarto (paling kiri) berfoto bersama kades dan warga penerima bantuan. (Titin Ratna/Radar Trenggalek)

TRENGGALEK -̶ Edukasi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Trenggalek terus berlanjut. Hal ini terbukti dengan adanya satu lagi desa di Trenggalek yang sudah sadar akan pentingnya melindungi diri dari risiko yang timbul bagi pekerja, yakni Desa Karangsoko. Pada hari Minggu (26/11) berlangsung pengukuhan sekaligus sosialisasi Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang bertempat di Balai Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketegakerjaan Blitar Arie Fianto Syofian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada perangkat desa dan warga setempat yang dengan sukarela hadir dalam kegiatan sosialisasi dan berperan dalam keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan. “Dengan sudah adanya kesadaran dari perangkat desa, kemudian kami sosialisasikan di sini. Diharapkan nantinya bisa terus getok tular pada warga lainnya, mengingat di Karangsoko banyak jenis pekerjaan yang juga sangat berisiko mengalami kecelakaan akibat kerja,” ucap pria yang akrab disapa Arie ini.

Arie menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan sebagai wujud perhatian negara, hadir di tengah masyarakat sebagai upaya perlindungan kepada seluruh elemen pekerja. Sementara itu, Kepala Desa Karangsoko Slamet berharap, dengan kegiatan kemarin dapat memotivasi seluruh pekerja di Desa Karangsoko, baik itu pekerja, buruh, pelaku usaha, maupun petani untuk segera melindungi diri dengan mendaftarkan dirinya ke program BPJS Ketenagakerjaan dalam melakukan aktivitas pekerjaaannya, agar terhindar dari potensi hilangnya kekuatan ekonomi karena risiko sosial yang terjadi, seperti  kecelakaan akibat kerja, meninggal, tua, dan purnatugas.

DIRESMIKAN: Peresmian Prasasti Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh Kepala Kantor Cabang bPJS Ketenagakerjaan blitar Arie Fianto Syofian didampingi Kepala Desa Karangsoko Slamet

DIRESMIKAN: Peresmian Prasasti Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh Kepala Kantor Cabang bPJS Ketenagakerjaan blitar Arie Fianto Syofian didampingi Kepala Desa Karangsoko Slamet

Pada kesempatan kemarin, menandai kesadaran pemerintah desa dan warga desa akan BPJS Ketenagakerjaan, dilakukan pemukulan kentongan oleh kepala desa dan peresmian prasasti Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, serta penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta baru. Diberikan juga bantuan sebanyak 40 set keranjang dagang dan helm kepada Paguyuban Pedagang Sayur Keliling binaan Desa Karangsoko sebagai wujud peran aktif dari BPJS Ketenagakerjaan yang turut membangun perekonomian di Kabupaten Trenggalek.

Berikutnya, salah satu bentuk perhatian dari BPJS Ketenagakerjaan juga ditujukan sebagai upaya pembinaan kepada pelaku usaha mikro, dengan dibangunnya tenda sentra jajanan sore yang merupakan binaan pemerintah Desa Karangsoko, yang bertempat di Dusun Karanggayam, serta pengadaan pokok bendera dan umbul–umbul di sepanjang Jalan Raya Karangsoko.

Mengenai program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kemarin sosialisasi disampaikan oleh Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Trenggalek Sunarto. Sunarto menjelaskan tentang manfaat yang bisa dirasakan oleh para pekerja, baik di sektor penerima upah (formal) maupun bukan penerima upah (informal), yaitu adanya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), serta Jaminan Pensiun (JP) bagi pekerja di sektor formal.

Dalam kesempatan yang sama, Sunarto menjelaskan bahwa potensi pekerja yang belum terlindung oleh BPJS Ketenagakerjaan di Desa Karangsoko, masih sangatlah banyak dan beragam. “Mulai dari pedagang sayur keliling, pedagang di Pasar Jarakan, petani dan kelompok tani, industri pecah batu, penjual jajanan, industri beton dan aluminium, serta penggiat UMKM, semua memiliki risiko kerja. Oleh karena itu, kami dan Pemerintah Desa Karangsoko terus memotivasi warga desa agar segera mendaftarkan dirinya dan tenaga kerjanya ke program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Sunarto.  (ed/tin)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia