Minggu, 17 Dec 2017
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek
Pencalonan Emil jadi BACAWAGUB

Macungnya Bupati Emil Tuai Pro-Kontra

Kamis, 23 Nov 2017 09:20 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Emil Dardak

Emil Dardak

TRENGGALEK - Masuknya Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak dalam bursa Pilkada Jatim 2018 tak urung menuai sejumlah pro-kontra di masyarakat. Ada yang setuju dengan keputusan bupati mendampingi Khofifah Indar Parawansa menjadi calon wakil gubernur, ada pula yang kecewa dengan keputusan tersebut. Bahkan, ada juga yang menilai orang nomor satu di Kota Keripik Tempe tersebut belum mampu memenuhi janji saat kampanye dengan segudang persoalan yang belum dituntaskan. “Itu jelas. Membangun Trenggalek gak cukup hanya satu atau dua tahun kepemimpinan,” ujar Puryono, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Trenggalek, kemarin (22/11).

Menurut dia, hal itu adalah sebuah kewajaran. Sebab, memang untuk bisa melaksanakan semua janji dan visi misi yang besar itu dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Meski begitu, ada banyak hal yang telah dilakukan oleh Bupati Emil Elestianto Dardak selama menjabat sebagai bupati muda di Trenggalek. Pihaknya memberikan apresiasi kepada sosok muda yang selama beberapa tahun saja mampu membawa nama Trenggalek sejajar dengan dengan daerah lain.

Dia mengakui, sebagian masyarakat masih berkeinginan agar Bupati Emil menuntaskan tugasnya memimpin Trenggalek. Namun, macung sebagai calon wakil gubernur dinilainya tidak hanya menjadi berkah bagi pribadi Pak Bupati, melainkan juga berkah dan menguntungkan masyarakat Trenggalek.

Puryono berkeyakinan bahwa ada hubungan yang istimewa antara Bupati Emil dengan masyarakat Trenggalek. Pasalnya, diakui atau tidak, masyarakat Trenggalek adalah salah satu unsur yang turut membesarkan namanya. Untuk itu, pihaknya optimistis bahwa jika menjadi Wakil Gubernur Jatim nanti, yang bersangkutan tidak akan melepaskan begitu saja masyarakat Trenggalek. “Menurut saya begitu, tidak mungkin melepaskan begitu saja,” jelas dia.

Hal senada disampaikan Ketua Komunitas Pemuda Trenggalek (KPT) Anjar Laksono.  Sebagian masyarakat Trenggalek memang ‘kecewa’ dengan keputusan yang diambil oleh Bupati Trenggalek. Hanya saja, menurutnya, kekecewaan itu muncul karena masyarakat merasa bakal kehilangan sosok yang selama ini membawa perubahan untuk Trenggalek.

Pihaknya berharap jika nanti pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak (KopDar) tersebut berhasil terpilih untuk memimpin Jawa Timur, ada komunikasi yang lebih intens antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi. Hal itu mengingat Trenggalek menjadi salah satu yang masuk dalam daerah tertinggal. “Mudah-mudahan wakil bupati yang sekarang, nanti bisa meneruskan visi misi tidak kalah dengan Pak Emil,” terang dia. (hai/ed/tri)

(rt/muh/ang/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia