Kamis, 14 Dec 2017
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek
Pencalonan Emil jadi BACAWAGUB

Jika Jadi, Jangan Lupakan Trenggalek

Kamis, 23 Nov 2017 09:09 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Doding Rahmadi

Doding Rahmadi

 TRENGGALEK -  Majunya Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dalam bursa Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jawa Timur (Jatim) pada Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang, mendapat respons positif dari berbagai lapisan masyarakat. Pasalnya, dengan menjadi wagup, diharapkan bisa lebih membantu untuk mewujudkan pembangunan, khususnya di Trenggalek.

Salah satu pedagang asongan di seputaran Alum-alun Trenggalek bernama Susanto mengatakan, dirinya mengetahui bahwa Emil dikabarkan masuk bursa bacawagub mendampingi Khofifah Indar Parawansa, melalui berita di media elektronik juga media sosial (medsos).

Jadi, dirinya sangat mendukung keputusan tersebut, mengingat selama hampir dua tahun kepemimpinannya di Trenggalek sudah ada perubahan yang dilakukan. “Kendati tidak semuanya sudah terwujud, semenjak dipimpin oleh Pak Emil, kerusakan infrastuktur lebih cepat diperbaiki,” katanya.

Dia melanjutkan, mengingat usia Emil yang tergolong muda sehingga masih berpeluang untuk meningkatkan karirnya dengan memiliki jabatan yang lebih tinggi. Dengan menjadi wagub, diharapkan kinerjanya lebih meningkat dan lebih baik lagi. “Jika jadi, kami berharap agar tidak lupa dengan warga Trenggalek, hingga bisa membantu pembangunan di sini demi kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Suyani, salah seorang warga Kelurahan Surondakan, Kecamatan Trenggalek. Menurut dia, pastinya sebelum cuti ketika pemilihan umum gubernur (pilgub) nanti, bupati akan meningkatkan kinerjanya. Sebab, jika terpilih menjadi wagub, pastinya yang bersangkutan ingin meninggalkan kesan baik bagi seluruh warga Trenggalek dan tak ingin jika janjinya semasa kampaye ditagih.

“Memang tidak semua janji harus terwujud. Pastinya, jika menduduki jabatan baru, nanti dia tidak lupa warga di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Doding Rahmadi yang merupakan salah satu partai pengusung mengungkapkan, internal partai belum mengambil sikap resmi terkait hal ini. Sebab, pencalonan tersebut masih sebatas pemberitaan di media dan belum ada deklarasi resmi terkait hal tersebut. Dalam hal ini, partai masih menunggu kabar terbaru terkait hal itu.

“Sebenarnya kami tidak menginginkan jika dia maju karena masih ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Trenggalek. Namun, jika mau maju, ya bagaimana lagi,” ungkapnya.

Sebab, pencalonan tersebut merupakan hak konstitusional pribadi untuk berpolitik dan tidak bisa dihalangi. Sedangkan, terkait status yang masih menjadi kader partai, menunggu tindakan apa yang dilakukan dewan pimpinan pusat (DPP) terkait hal itu. “Jika dibilang kecewa, tentunya kami kecewa. Namun, mau bagaimana lagi, itu telah menjadi keputusan. Jadi, yang terpenting adalah mengawal pembangunan agar tidak melenceng dari visi dan misi masa kampanye, kendati pimpinan telah berubah,” jelasnya. (jaz/ed/tri)

(rt/muh/ang/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia