Minggu, 17 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Features

Septia Tanto Lestari, Penari yang Menyambut Tamu Saat Presiden Mantu

Rabu, 15 Nov 2017 10:18 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERPILIH : Septia bersama rekan-rekannya saat menjadi terima tamu dalam acara jokowi mantu beberapa waktu lalu.

TERPILIH : Septia bersama rekan-rekannya saat menjadi terima tamu dalam acara jokowi mantu beberapa waktu lalu. (SEPTIA FOR RADAR TRENGGALEK)

Pernikahan putri orang nomor satu di Indonesia menjadi momen yang langka. Bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut tentunya menjadi pengalaman sekaligus peluang yang jarang didapatkan. Septia Tanto Lestari ini menjadi warga kota keripik tempe yang mendapat kepercayaan menerima sekaligus unjuk kebolehan dihadapan para tamu presiden tersebut. 

AGUS MUHAIMIN

 “ Kemarin(Jokowi Mantu,red)  itu, ada dua lokasi penyambutan, di Sragen dan Solo, saya kebagian yang Solo,” tutur Septia Tanto Lestari, kepada Koran ini kemarin(10/11). Dalam rangkaian pernikahan kahiyang ayu dan boby tersebut, septian tidaklah bertugas sendirian. Ada beberapa rekannya yang ditunjuk sebagai penerima tamu dalam acara tersebut.

Tugas sebagai penerima tamu yang dilakoni oleh warga Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan ini tidaklah penerima tamu sebagaimana acara pernikahan lazimnya. Melainkan, menyambut atau menerima tamu dengan menunjukkan sejumlah aksi fisik, yakni dengan menari dengan maksud menghibur. Tamu yang dimaksud ini bukan lah tamu yang ada di lokasi pernikahan melainkan tempat istirahat sementara sebelum menuju tempat dimana acara tersebut berlangsung.

Maklum saja, relasi atau undangan yang hadir dalam acara presiden tersebut tidaklah main-main. Sudah tentu adalah orang-orang penting, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Yang tentunya membutuhkan waktu untuk istirahat sejenak untuk melepas penat setelah perjalanan jauh. Belum lagi bagi yang perempuan perlu menata rias mereka kembali. “ Lokasinya di Hotel Alila, Solo,” imbuhnya.

Disisi lain, puluhan atau bahkan ratusan petugas keamanan baik itu yang berseragam maupun bukan tak pandang bulu dalam mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Tak hanya tamu, tim terima tamupun tak luput dari pemeriksaan. “ polisinya banyak banget, bawa metal detector, tapi karena memang piranti narinya berbahan metal, jadi dibolehkan dibawa,” katanya.

Putri pasangan Sistanto dan Musrifah ini mengaku mendapat tugas menjadi penerima tamu ini dari sekolahnya,SMKN VIII Surakarta. Itu beberapa hari sebelum acara tersebut dilaksanakan. Untungnya, melenggak-lenggokkan tubuh sudah menjadi kebiasaan yang dikerjakan. Sehingga meskipun waktunya boleh dibilang mepet, hal itu tidak begitu menjadi kendala yang berarti. Apalagi segala piranti untuk mentas tersebut telah disediakan oleh pihak sekolah. sehingga tidak begitu banyak persiapan yang harus disediakan.

Tari yang dibawakan oleh septian dan rekan-rekan adalah Tari Rampak Srikandi. Tari tersebut adalah tari garapan baru, bukan Tari ‘Topeng Suminten Edan’ yang Ia bawakan saat menjadi juara dalam Festifal Lomba Seni Siswa Nasional(FLS2N) di Kupang beberapa waktu lalu. 

Septian mengaku menjadi penerima tamu dan unjuk kebolehan menari dihadapan para tamu undangan Jokowi tersbeut menjadi momen yang sangat membahagian. Pasalnya, tidak semua orang memiliki kesempatan atau dipercaya untuk melakukan hal tersbeut.

Terlebih lagi dirinya bisa membuktikan kemampuan dengan baik, tidak kalah dengan penampilan personil yang lain, yang notabene berasal dari jawa tengah. “ sekaligus menujukkan bahwa orang dari luar Jawa Tengah juga bisa nari dengan baik,” katanya.

Menurut dia, selama ini kiblat untuk kesenian berada di daerah Jawa Tengah. Bahkan hingga saat ini pun daerah tersebeut yang memiliki karakter erat dengan kebudayaan dan kesenian. Sehingga tak heran ada perguruan tinggi yang konsen dalam jurusan-jurusan seni di daerah ini. Itu pula salah satu alasan dirinya bersekolah di kota orang.

Septian bertekad, untuk kedepannya mendalami kesenian tari. Sehingga setelah lulus dari sekolah menengah ini pun pihaknya sudah berencana untuk menetap di jawatengah. Tujuannya tak lain untuk memperdalam ilmu dibidang tarinya.

Diakui septia, bahwa belajar seni memang tidak harus di jawa tengah, ada banyak lokasi lain yang juga memilik sarana untuk bidang tersebut. Namun, pihaknya masih memiliki kepercayaan bahwa , di jawa tengah ini pula dia bisa mendapatkan wawasan yang lebih. “ ini juga untuk trenggalek juga, saya ingin trenggalek bangga denaga memiliki saya,” pungkas nya.

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia