Jumat, 24 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Anas Garap Mataraman

Dua Hari Temui Para Tokoh Lokal

Kamis, 19 Oct 2017 08:41 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SERIUSI MATARAMAN : Cawagub PDI Perjuangan Abdullah Azwar Anas (kanan) berbincang-bincang dengan Direktur Jawa Pos Radar Tulungagung Wahyudi Novianto. (foto atas). Abdullah Azwar Anas saat berkunjung di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung.

SERIUSI MATARAMAN : Cawagub PDI Perjuangan Abdullah Azwar Anas (kanan) berbincang-bincang dengan Direktur Jawa Pos Radar Tulungagung Wahyudi Novianto. (foto atas). Abdullah Azwar Anas saat berkunjung di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung. (WHENDY GIGIH PERKASA/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim tinggal sembilan bulan lagi. Wilayah Mataraman (Tulungagung, Blitar, Kediri, Trengalek, Madiun, Pacitan, Magetan, dan Ponorogo) menjadi wilayah ‘khusus’ bagi pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan-PKB. Ada apa? Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur dari PDIP Abdullah Azwar Anas sejak kemarin (18/10), bersafari ke wilayah Mataraman.

Anas dijadwalkan dua hari di wilayah ini.  Setelah berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Bupati Banyuwangi ini melakukan pertemuan dengan beberapa pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota Blitar dan Tulungagung.

Selain pengurus struktural partai, pasangan Cagub Syaefullah Yusuf (Gus Ipul) ini juga menemui sejumlah tokoh dan ulama tradisional. “Saya perlu melakukan ini agar tidak salah masuk (langkah),” ujar Anas saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Tulungagung.

SILATURAHMI: Abdullah Azwar Anas saat berkunjung di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung.

SILATURAHMI: Abdullah Azwar Anas saat berkunjung di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung. (Whendy Gigih P/RATU)

Anas disambut Direktur Radar Tulungagung Wahyudi Novianto, General Manager Triyoga Agus Nugroho, Pemimpin Redaksi Andrian Sunaryo, dan beberapa staf Radar Tulungagung.

Anas yang juga mantan anggota DPR RI 1999-2014 ini, bersemangat menceritakan pengalamannya mengangkat nama Banyuwangi di mata internasional. Menurutnya, daerah-daerah lain seperti Tulungagung juga memiliki potensi yang sama untuk maju.

“Dulu Banyuwangi begitu keras seperti batu, tapi sekarang seperti yang Anda lihat. Tulungagung dan yang lainnya tentu juga bisa dengan cara berbeda,” tuturnya.  

Dalam kesempatan itu, suami Ipuk Fiestiandi Azwar Anas ini menceritakan sederet program yang siap dilaksanakan untuk memajukan Jawa Timur. Salah satunya sektor pariwisata. Dengan sektor pariwisata, Jawa Timur bakal menyalip provinsi lain.

Ketika ditanya, apakah bisa membuat kabupaten/kota seperti Banyuwangi, Anas optimistis itu bisa dilakukan, tapi tentu dengan model lain. “Kita sesuaikan dengan daerah masing-masing,” katanya. Disingung mengenai Khofifah Indar Parawansa, Azwar Anas tidak banyak berkomentar. “Beliau (Khofifah) adalah senior saya,” ujarnya.

Mengenai safarinya ke daerah Mataraman, Anas mengaku hal itu sangat penting. Ia mengaku cukup dikenal baik di wilayah tersebut sampai Kota Surabaya. Oleh sebab itu, ia juga ingin dikenal baik oleh publik di wilayah tersebut.

“Berbeda dengan Gus Ipul yang tentu sudah cukup lama dikenal baik di wilayah ini (Mataraman, red), saya juga harus menyusulnya,” terangnya.

Ia pun mengagendakan untuk mengunjungi sejumlah tokoh, tak terkecuali para kepala daerah, ulama, dan tokoh tradisional di sana. “Tentunya saya ingin masukan dari mereka karena seperti apa pun, saya insyaallah kelak juga akan berkepentingan di sini,” ucapnya.

Hari ini (19/10), Anas akan bertemu dengan Bupati Tulungagung. Tadi malam, ia bersafari ke Kediri. “Setelah Tulungagung dan Kediri, besok (hari ini) kami akan ke Ngawi menemui Mas Kanang (Bupati Ngawi Budi Sulistyono),” imbuhnya.

Bagaimana dengan kekuatan rival dalam Pilgub Jatim nanti? “Bagi saya, Mbak Khofifah (Khofifah Indar Parawansa) adalah senior saya. Jadi, tidak perlu dibenturkan dengan beliau,” pesannya. (wen/ed/and)

(rt/whe/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia