Sabtu, 25 Nov 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Trenggalek Raih Partisipasi Terbaik Lomba Pengelolaan Data Bencana

Jumat, 13 Oct 2017 07:05 | editor : Andrian Sunaryo

SELAMAT : Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan kepada Wabup Trenggalek H. Moch. Nur Arifin.

SELAMAT : Mendagri Tjahjo Kumolo menyerahkan penghargaan kepada Wabup Trenggalek H. Moch. Nur Arifin. (Humas Trenggalek For Radar Trenggalek)

TRENGGALEK – Kinerja Pemkab Trenggalek dalam bidang penanganan bencana melalui Pusdalops PB (Pusat Pengendalian Operasi Penganggulangan Bencana) di bawah BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), diapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Trenggalek berhasil meraih penghargaan Partisipasi Terbaik Lomba Pengelolaan Data Bencana (PUSDALOPS PB). Penghargaan diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Wabup Trenggalek H Moch.Nur Arifin dalam peringatan HUT Provinsi Jawa Timur di Tugu Pahlawan Surabaya, kemarin.

Wakil Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin bersyukur atas prestasi dan apresiasi yang diterima Trenggalek atas kinerja dan kerja keras dalam penanganan bencana, mengingat dua tahun terakhir terjadi banyak bencana, baik banjir maupun tanah longsor yang menyebabkan kerugian yang cukup besar. Namun, Wabup mengingatkan lebih penting kerja nyata dalam hal penanganan bencana. “Penghargaan ini merupakan hal yang biasa. Yang luar biasa itu bagaimana kita sigap dan siap dalam setiap penanganan kebencanaan yang terjadi maupun upaya- upaya pencegahannya,” ucap Wabup Arifin.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Drs Joko Rusianto, M.Si menjelaskan,  penghargaan yang diterima Trenggalek ini karena BPBD Trenggalek melalui Pusdal Ops, dianggap berpartisipasi terbaik. “BPBD Trenggalek bisa menerjemahkan dan mengimplementasikan moto segitiga biru BNBP dengan baik, yaitu mampu mengoordinasikan dengan baik antara birokrasi, dunia usaha, dan masyarakat dalam penanganan bencana di Trenggalek,” kata Joko Rusianto.

Joko menyampaikan, bisa terlihat pada saat terjadi banjir dan tanah longsor, yang salah satunya terjadi di Kecamatan Munjungan. Ketiga simpul yang terhubung dalam segitiga biru, yaitu birokrasi, pelaku usaha, dan masyarakat bersama-sama terjun ke lapangan, bergotong royong menangani bencana. “Jadi seperti itu partisipasi terbaik, dengan bisa mengakomodasi dunia usaha, pemerintah, maupun masyarakat umum,” kata Joko.  (*) 

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia