Senin, 23 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Petik Laut Popoh Diserbu Pengunjung

Senin, 09 Oct 2017 16:01 | editor : Didin Cahya FS

TRADISI TAHUNAN: Sesaji yang berada di perahu kecil dibawa ke tengah laut

TRADISI TAHUNAN: Sesaji yang berada di perahu kecil dibawa ke tengah laut (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

 TULUNGAGUNG – Suasana Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, kemarin (8/10) tampak lain dari biasanya. Ribuan orang tumpah ruah mengikuti tradisi Petik Laut yang diadakan setahun sekali di area dermaga perikanan Popoh. Apalagi acara tersebut juga dihadiri Bupati Syahri Mulyo, Wabup Maryoto Birowo, dan segenap undangan dari jajaran pejabat Pemkab Tulungagung maupun Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Besuki.

Bupati Syahri Mulyo mengatakan, tradisi peninggalan leluhur ini memang perlu dilestarikan. Bahkan, kalau perlu bisa diambil alih pemerintah daerah, agar acara yang berlangsung setahun sekali ini bisa semakin menarik minat wisatawan untuk mau berkunjung ke Pantai Popoh. “Jika digarap sedemikian rupa, tentunya kunjungan wisata semakin bertambah,” katanya kepada beberapa awak media.

Pria berkacamata ini menambahkan, jika memang bisa direalisasikan untuk dipegang pemerintah daerah pada tahun depan, tentunya membuat suasana Pantai Popoh bisa lebih hidup. Tentunya, wisata kuliner maupun sentra penjualan aksesoris pun bisa lebih hidup dan bergairah karena kunjungan wisatawan terus meningkat. “Roda perekonomian pun bisa lebih bergairah dengan adanya wisatawan yang berdatangan ke sini,” terangnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Tulungagung ini pun berharap, kawasan Popoh bisa dijaga sedemikian rupa sehingga pamornya yang sudah muncul sejak tahun 1970-an bisa terus ada dan tidak tertutup. “Pantai ini kan sudah terkenal sejak lama. Makanya, harus dijaga oleh semua pihak,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kades Besole Suratman. Menurut dia, agenda Petik Laut ini menggunakan anggaran yang berasal dari swadaya masyarakat sebesar Rp 100 juta. “Ini merupakan tradisi tahunan sebagai wujud untuk mengucapkan syukur atas rezeki yang diperoleh, juga menjadi harapan, agar setahun ke depan, para nelayan di sini bisa mendapatkan rezeki dengan mudah dari hasil tangkapan di laut yang melimpah,” tuturnya.

Setelah didoakan, Buceng Agung yang terbuat dari buah-buahan diserbu dan diperebutkan para pengunjung. Tidak berselang lama, buah-buahan itu sudah berpindah tangan. Sedangkan, sesaji yang ditempatkan di perahu kecil, dibawa ke tengah laut.

Para pengunjung yang cukup memiliki nyali, memilih untuk mengikuti hingga lepas Teluk Popoh. 

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia