Selasa, 17 Oct 2017
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Pasar Panjerejo Belum Bisa Sokong Pendapatan Retribusi

Jumat, 06 Oct 2017 21:17 | editor : Didin Cahya FS

DIKLAIM AMAN: Suasana Pasar Wage yang menjadi salah satu tulang punggung untuk mengejar retribusi.

DIKLAIM AMAN: Suasana Pasar Wage yang menjadi salah satu tulang punggung untuk mengejar retribusi. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

 TULUNGAGUNG – Pasar Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, tampaknya tak bisa diharapkan lagi untuk menyokong target retribusi pasar 2017 ini. Sebab, saat ini masih proses revitalisasi walaupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengklaim pendapatan retribusi sudah melebihi target.  

Data dari dinas tersebut, pendapatan retribusi pasar hingga September mencapai Rp 3 miliar dari total target Rp 3,3 miliar hingga akhir tahun ini. “Secara garis besar memang bisa melampaui target per September, sudah ditetapkan 75 persen, tetapi pendapatan mencapai 78 persen atau Rp 3 miliar dari target 2017,” kata Kepala Disperindag Eko Sugiono, kemarin (5/10).

Menurut dia, terlampauinya target pendapatan karena lebih banyak disokong 31 pasar lainnya yang tersebar di seluruh penjuru Kota Marmer. Untuk lokasi pasar itu, mayoritas pasar berada di wilayah perkotaan maupun wilayah pinggiran yang tingkat perekonomiannya cukup menjanjikan, tetapi tetap bisa menutupi kekurangan yang ditimbulkan dari proses revitalisasi Pasar Panjerejo. “Kekurangannya bisa ditutupi dari pasar lain, seperti pasar hewan di Desa Domasan, Kecamatan Kalidawir, yang saat ini lebih ramai dibanding sebelumnya,” terangnya.

Selama ini, kata dia, pasar yang memiliki perputaran ekonomi besar memang berada di wilayah perkotaan, seperti Pasar Ngemplak, Pasar Wage, Pasar Tamanan, dan Pusat Dagang Sepeda (PDS). Namun, keberadaan pasar di wilayah pinggiran tidak bisa dikesampingkan, seperti Pasar Bandung yang memiliki target hingga Rp 41 juta.

Ketika disinggung untuk tahun depan, pria paro baya itu belum bisa membayangkan. Namun, diprediksi bakal ada kenaikan target seiring ada pasar yang menjalani revitalisasi. “Bisa saja ada kenaikan, tetapi tunggu saja nanti seperti apa,” tandasnya.

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia