Kamis, 14 Dec 2017
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Beri Edukasi Pentingnya Jaga Lingkungan

Rabu, 04 Oct 2017 07:05 | editor : Andrian Sunaryo

PEDULI LINGKUNGAN : Wabup H Mochammad Nur Arifin (tengah) menjadi salah satu narasumber dalam sarasehan melestarikan lingkungan hidup.

PEDULI LINGKUNGAN : Wabup H Mochammad Nur Arifin (tengah) menjadi salah satu narasumber dalam sarasehan melestarikan lingkungan hidup. (CHOIRURROZAK/RADAR TULUNGAGUNG)

TRENGGALEK – Upaya pelestarian lingkungan terus digalakkan di Kota Keripik Tempe. Seperti halnya di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, dengan adanya konservasi penyu Taman Kili-kili, kemarin (2/10), digelar sarasehan bertajuk ‘melestarikan lingkungan hidup’. Sejumlah narasumber ternama dihadirkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup tersebut.

Acara sarasehan tersebut digelar di Balai Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Mochammad Nur Arifin, para aktivis lingkungan, akademisi, Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Dinas Lingkungan Hidup Jatim, serta perwakilan dari PJB UPJOM PLTU Pacitan ,yang selama ini juga menyuporteri konservasi penyu di Taman Kili-kili tersebut.

Para narasumber yang hadir dalam sarasehan tersebut memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Wonocoyo dalam menjaga kelestarian alam, terutama konservasi penyu di dearah tersebut. Mereka juga mengkonversi kegiatan konservasi tersebut dalam bidang pariwisata sehingga timbul nilai ekonomis dari kegiatan pelestarian lingkungan yang telah dilakukan. Hanya saja, memang bukan perkara gampang untuk merealisasikan hal ini.

Wakil Bupati Mochammad Nur Arifin yang menjadi narasumber, mendorong langkah pelestarian itu sehingga bisa berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Pihaknya berharap, masyarakat, terutama tokoh muda yang konsen di bidang pemberdayaan ini untuk serius. Artinya, tidak perlu terlalu mengkhawatirkan regulasi-regulasi yang justru mendisinsentifkan upaya pelestarian lingkungan.

Di sisi lain, bicara tentang konservasi dan wisata, potensi yang ada di wilayah Panggul tidak bisa dipisahkan. Untuk itu, pihaknya juga berharap masing-masing desa yang ada di kecamatan tersebut memiliki kepeloporan tertentu sehingga mempermudah dalam pemetaan potensi wilayah. “Jangan cepet puas, terus digali potensinya. Lakukan dulu. Tumbuh itu dari bawah, nanti pemerintah yang akan mendesain langkah-langkah berikutnya,” jelas wabup.

Pada kesempatan itu, Ichwan Arif, seorang aktivis atau pegiat konservasi lingkungan hidup, memberikan motivasi kepada para pemuda serta masyarakat Panggul yang kini gemar menjaga lingkungan. Dia juga menceritakan perjuangan beratnya ketika menggeluti bidang tersebut. Bahkan, dia sempat ditentang oleh orangtua dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni 2 tahun. Itu karena usahanya tersebut dinilai tidak perlu diperjuangkan.

Belum lagi, ancaman dari pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan datang silih berganti. Tak sampai di situ, dia pun harus telaten memberikan penjelasan serta bukti kepada masyarakat terkait manfaat menjaga lingkungan ini. “Ancaman itu tidak hanya kepada saya. Keluarga dan anak saya juga mendapat teror. Bom ikan itu pernah mau diledakkan di depan hidung saya,” ceritanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Wonocoyo Didik Herkunadi, atas nama pemerintah desa dan pembina pokmaswas konservasi penyu Taman Kili-kili, mengaku kegiatan konservasi di daerahnya tersebut tidak akan berjalan tanpa dukungan banyak pihak. Pihaknya juga berharap kerjasama serta support tersebut akan terus berlangsung demi kelestarian lingkungan. “Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu upaya konservasi ini. Tak lupa juga kepada PJB Upjom PLTU Pacitan yang sejak awal mendukung kegiatan ini,” katanya. (hai/ed/tri)

 

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia